Risma Dinilai Rasis Saat Mengancam Akan Memutasi Pegawai Ke Papua, Kemensos Beri Penjelasan
Instagram/tri.rismaharini
Nasional

Mensos Risma belakangan ini menjadi sorotan publik usai mengancam memutasi pegawainya ke Papua. Pernyataan tersebut, membuatnya dinilai telah bersikap rasis terhadap Papua.

WowKeren - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini saat ini tengah menjadi sorotan publik lantaran usai memarahi para aparatur sipil negara (ASN) yang dinilai tidak bekerja dengan baik. Kemudian ia juga menyebut akan memutasi mereka ke Papua.

Hal tersebut menjadi sorotan publik karena Risma dinilai bersikap rasis dengan Papua. Terkait hal tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan penjelasan.

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Raden Harry Hikmat menjelaskan bahwa maksud dari pernyataan Risma terkait memutasi pegawainya ke Papua adalah bagian dari memotivasi jajaran Kemensos agar berani bekerja di luar zona nyaman. Menurutnya, Risma melucuti semangat para pegawai untuk bisa mengabdi kepada masyarakat, apalagi di masa krisis COVID-19 seperti sekarang ini.

Harry mengungkapkan bahwa hal tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan empati pegawai terhadap kondisi terkini masyarakat agar bisa bekerja dengan sepenuh hati. "Itulah yang dimaksudkan dengan pernyataan akan dipindahkan ke Papua, tempat yang paling jauh (dari Bandung) tapi masih di Indonesia," tutur Harry, Rabu (14/7).


Lebih lanjut, Harry memperingatkan bahwa pesan tersebut agar seluruh pegawai diharapkan mampu bekerja di luar zona nyaman. Selain itu, hal tersebut juga membuat para pegawai berperan mengatasi masalah sosial dari Aceh hingga Papua.

Harry menuturkan bahwa arahan dari Risma itu seharusnya dimaknai sebagai cambuk untuk seluruh jajaran Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos. "Kami harus belajar dari relawan Tagana (Taruna Siap Bencana) bagaimana cara mengoperasikan dapur umum," terangnya.

Seperti yang diketahui, Risma marah kepada jajarannya sehingga mengancam akan memutasi ke Papua itu saat mengunjungi Dapur Umum Balai Sosial Wyata Guna Bandung pada Selasa (13/7). Sementara itu, sistem dapur umum tersebut juga diterapkan di beberapa balai sosial lain.

Saat ini, dapur umum dalam rangka meningkatkan ketahanan sosial masyarakat akibat terkena dampak dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah Jawa-Bali. Kehadiran Kemensos dalam situasi tanggap darurat juga diwujudkan dalam berbagai penanganan pascabencana seperti yang pernah dilakukan di Papua saat itu.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait