COVID-19 RI Makin Seram Tembus 50 Ribu Kasus Sehari, Pakar 'Ramal' Baru Reda September
Nasional

Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman, memprediksi wabah COVID-19 di Tanah Air baru melandai bulan Agustus atau September 2021 bila PPKM Darurat berjalan disiplin.

WowKeren - Indonesia sedang menghadapi lonjakan besar kasus COVID-19. Bahkan beberapa hari belakangan tambahan kasus hariannya bisa mencapai angka 50 ribu lebih, menciptakan suasana horor tersendiri di Tanah Air.

Meski demikian, tampaknya lonjakan kasus masih akan terjadi hingga beberapa pekan ke depan. Bahkan Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, membuka opsi kasus COVID-19 baru melandai sekitar bulan September.

"Ada satu hal yang memberi gambaran optimisme bahwa ini akan berakhir pada paling lambat September melandai," kata Dicky dalam sebuah webinar, Kamis (15/7). Masa kritis COVID-19 Indonesia, menurut Dicky, akan dialami sampai beberapa pekan ke depan atau setidaknya sampai akhir Agustus.

Namun syarat utamanya adalah masyarakat harus mematuhi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dengan sebaik mungkin. Dan agar perkiraannya ini menjadi nyata, Dicky sangat mengimbau pemerintah agar memperpanjang PPKM Darurat.


"PPKM Darurat itu semi lockdown, jadi minimal harus 6 minggu. Kalau bisa 8 minggu," tegas Dicky kepada Beritasatu.com, Kamis (15/7). "Kita harus memperpanjang PPKM Darurat karena situasinya memang sudah darurat. Kalau tidak diperpanjang maka kita akan mengarah kepada skenario terburuk."

Wacana memperpanjang PPKM Darurat memang sempat disinyalkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati serta tak ditepis baik oleh Koordinator PPKM Darurat Luhut Binsar Pandjaitan maupun Satuan Tugas Penanganan COVID-19. Sebab saat ini lonjakan kasus COVID-19 Indonesia sudah begitu mengkhawatirkan.

"Saat ini kita sudah menjadi episentrum dunia. Kalau testing tracing kita ini, episentrum Asia sudah jelas," jelas Dicky. Karena itulah, Dicky juga mendorong pemerintah meningkatkan kapasitas testing sampai cakupan 500 ribu sehari.

Tak hanya itu, Dicky juga mendorong masyarakat untuk segera divaksin. Meski kemanjuran vaksin jenis Sinovac dianggap kurang mumpuni melawan virus Corona varian Delta, tetap saja vaksin berguna untuk mengantisipasi hal terburuk.

"Karena bagaimana kalau mau dikasih booster," pungkas Dicky. "Namanya bukan booster kalau belum pernah vaksin. Itu tetap efektif."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait