Tingginya kasus positif harian Indonesia ini dinilai bisa menjadi peringatan untuk masyarakat bahwa penularan virus corona (COVID-19) saat ini masih kerap terjadi.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 16 Juli 2021 - 14:04 WIB
WowKeren - Kasus virus corona (COVID-19) harian Indonesia telah menembus angka 50 ribu selama dua hari berturut-turut. Ini merupakan angka kasus COVID-19 harian tertinggi di Indonesia selama pandemi.
Pihak Kementerian Kesehatan lantas memberikan penjelasan terkait tingginya kasus COVID-19 harian ini. Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan bahwa peningkatan kasus telah terjadi sejak awal Juli 2021.
"Jadi kita tahu, ya, sejak awal Juli itu kita melihat terjadi peningkatan yang luar biasa terhadap kasus COVID-19. Bahkan kemarin rekor tertinggi 53 ribu kasus positif bisa kita deteksi. Tapi saya mau jelaskan jangan kemudian masyarakat jadi khawatir," papar Nadia mengutip Kumparan, Jumat (16/7).
Nadia menjelaskan bahwa tingginya kasus harian ini bisa menjadi peringatan untuk masyarakat bahwa penularan virus masih kerap terjadi. Menurutnya, peningkatan kasus terjadi karena jumlah testing dan tracing kontak erat maupun orang bergejala COVID-19 juga meningkat.
"Kita boleh khawatir dengan kasus yang tinggi itu membuktikan bahwa memang penularan yang terjadi masih sangat tinggi masih kita temukan kasus yang banyak," terang Nadia. "Peningkatan kasus ini dikarenakan memang karena tracing dan testing kita yang jauh lebih baik tentu kita bisa mendeteksi kasus lebih banyak."
Peningkatan testing dan tracing ini memungkinkan pihaknya untuk menemukan lebih banyak orang yang terpapar COVID-19. Dengan demikian, para pasien COVID-19, baik yang bergejala maupun tidak, bisa mendapatkan penanganan yang tepat.
"Manfaatnya apa di saat kondisi lonjakan kasus seperti ini adalah kita bisa segera menemukan orang yang sakit, maka termasuk yang tidak bergejala ya," pungkas Nadia.
Di sisi lain, pemerintah baru saja meluncurkan program paket obat gratis untuk pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri. Ada tiga jenis paket obat isoman yang akan dibagikan.
Paket 1 berisi vitamin untuk warga dengan PCR positif tanpa gejala atau OTG. Kemudian paket 2 berisi vitamin dan obat untuk warga PCR positif disertai keluhan panas dan kehilangan penciuman. Adapun pemberian paket 2 ini akan membutuhkan konsultasi dan resep dokter.
Sedangkan paket 3 berisi vitamin dan obat untuk warga PCR positif disertai keluhan panas dan batuk kering. Sama dengan paket 2, pemberian paket 3 ini juga membutuhkan konsultasi dan resep dokter.
(wk/Bert)