Pasien COVID-19 Membludak, Begini Cara Satgas Atasi Langka Ruang ICU
Twitter/KemenkesRI
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Lonjakan jumlah pasien COVID-19 membuat tingkat keterisian rumah sakit, termasuk ruang ICU untuk kasus bergejala sedang dan berat, makin meningkat. Satgas COVID-19 pun menyiapkan rencana berikut.

WowKeren - Masalah tingkat keterisian rumah sakit oleh pasien COVID-19 masih menjadi sorotan di tengah sulitnya pengendalian wabah. Meski demikian, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 ternyata telah menyiapkan beberapa langkah untuk mengatasi membludaknya jumlah pasien COVID-19, terutama yang memerlukan perawatan di ruang ICU.

Langkah utamanya adalah mendorong pemerintah daerah setempat untuk menyediakan rumah sakit darurat. "Pemerintah sudah mendorong setiap daerah, baik menambah fasilitas RS Darurat Lapangan, isolasi terpusat, maupun mendukung upaya isolasi mandiri dengan supervisi ketat dari posko yang sudah terbentuk," jelas Juru Bicara Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, Minggu (18/7).

Penyediaan fasilitas isolasi terpusat, menurut Wiku, adalah upaya pemerintah untuk mengurangi beban rumah sakit. Sebab pasien-pasien COVID-19 dengan gejala ringan bisa dirawat di fasilitas isolasi terpusat.

Manajemen RS pun, menurut Wiku, tengah didorong utuk melakukan distribusi pasien sesuai pedoman dari Kementerian Kesehatan. Hal ini dimaksudkan demi mengurangi tingkat kematian pasien COVID-19 akibat tidak bisa mengakses perawatan di rumah sakit.


Sebagai informasi, beberapa waktu belakangan banyak kasus pasien COVID-19 meninggal bahkan sebelum mendapat perawatan yang memadai. Melonjaknya jumlah pasien COVID-19, termasuk yang bergejala ringan dan berat, menyebabkan beberapa pasien yang bahkan sudah berada di rumah sakit tak bisa mengakses fasilitas ICU dengan ventilator.

Kelompok relawan Lapor COVID-19 bahkan mengaku menerima 43 laporan warga soal permintaan rumah sakit hanya dalam rentang 10 hari, yakni 14-25 Juni 2021. Dan selama periode tersebut, banyak rumah sakit yang menolak pasien karena tidak tersedianya tempat tidur, baik di ruang ICU, ruang isolasi, maupun ruang Instalasi Gawat Darurat.

Berbagai cara memang dilakukan untuk mengatasi lonjakan kasus COVID-19 ini. Mulai dari membangun IGD berupa tenda di halaman rumah sakit hingga RSUD Dr Soetomo Surabaya yang sampai menyulap kontainer untuk mengisolasi pasien COVID-19.

Di sisi lain, pemerintah terus bertahan dengan program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Belakangan beredar kabar PPKM Darurat akan diperpanjang mengingat program ini berakhir pada Selasa (20/7) besok.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts