Angka Testing COVID-19 Turun, Menkes Budi Ungkap Penyebabnya
Instagram/budigsadikin
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Berdasarkan anjuran WHO, testing dan tracing perlu dilakukan untuk bisa mengendalikan penyebaran dan penularan COVID-19. Hal itu saat ini tengah dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

WowKeren - Belakangan ini, pemerintah Indonesia tengah gencar-gencarnya melakukan testing COVID-19. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar bisa mengendalikan penyebaran dan penularan COVID-19 terhadap masyarakat.

Budi Gunadi Sadikin selaku Menteri Kesehatan (Menkes) mengungkapkan bahwa ada penurunan dalam melakukan testing COVID-19. Salah satu penyebab penurunan ini adalah dikarenakan adanya hari libur.

"Minggu-minggu terakhir ini terkonfirmasi COVID-19 turun, setiap hari libur dan sehari sesudahnya testing pasti turun," tutur Budi di kantor Presiden, Jakarta, Senin (26/7). "Kalau kita lihat 40-50 minggu terakhir, polanya begitu, jadi Sabtu tinggi, Minggu, Senin, turun, nanti naik lagi."

Kemudian, Budi menyarankan untuk melihat data kasus terkonfirmasi COVID-19 secara mingguan. Hal ini juga sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ia menyebut bahwa WHO selalu menampilkan data rata-rata per tujuh hari. "Kebetulan kemarin juga ada libur Idul Adha, jadi kelihatan turun, tapi naik lagi," imbuhnya.


Terkait dengan testing dan tracing, Menurut Budi, pemerintah telah melakukan pemetaan seluruh laboratorium COVID-19, khususnya Jawa dan Bali. "Seluruh laboratorium di Jawa dan Bali ada sekitar 720 lab, kita sudah mapping, kita lihat kapasitasnya dan kita pastikan agar mereka punya produktivitas sama agar bisa melayani tracing dan testing yang cukup sesuai dengan populasinya," terang Budi.

Lebih lanjut, Budi menuturkan bahwa Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marives) Luhut Binsar Pandjaitan, testing dan tracing akan kembali dilakukan pada pekan ini. Kemudian, juga akan dilakukan di wilayah padat penduduk.

"Testing kita Alhamdulillah sudah naik, pertama kali saya masuk testing 30-40 ribu, sekarang spesimen sudah hampir 300 ribu, orangnya juga sudah 220 sampai 300 ribu," lanjut Budi. "Kita harus naikkan terus supaya kita tahu kalau ada saudara kita yang kena bisa segera ukur oximeter dan bisa diketahui perlu dirawat atau tidak."

Selanjutnya, Budi meminta seluruh masyarakat agar tidak takut untuk melakukan tes COVID-19. Berdasarkan apa yang telah disampaikan oleh WHO, tracing harusnya dilakukan dengan rasio 1:30. Akan tetapi rasio tracing di Indonesia baru mencapai 1:1.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts