Gubernur DKI Anies Baswedan Ungkap Bukti IGD di Jakarta Mulai Kosong
Instagram/aniesbaswedan
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Anies mengungkapkan bahwa dirinya baru saja mengunjungi RSKD Duren Sawit. Menurut Anies, situasi di rumah sakit tersebut kini sudah jauh berbeda dibanding saat kunjungannya bulan lalu.

WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menunjukkan bukti menurunnya keterisian sejumlah instalasi gawat darurat (IGD) RSUD di Ibu Kota. Anies membandingkan situasi IGD yang tampak penuh sesak pada akhir Juni 2021 lalu karen pasien COVID-19, dengan kondisi yang kini sudah lengang.

"Selama beberapa minggu terakhir memantau dan mengunjungi beberapa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang ada di Jakarta," tulis Anies di akun Instagram resminya, Senin (26/7). "Kondisi di rumah sakit kini semakin terkendali karena kapasitas tempat tidur isolasi Instalasi Gawat Darurat (IGD) hingga ICU tersedia."

Anies mengungkapkan bahwa dirinya baru saja mengunjungi RSKD Duren Sawit. Menurut Anies, situasi di rumah sakit tersebut kini sudah jauh berbeda dibanding saat kunjungannya bulan lalu.

"Saat itu RS begitu penuh, bahkan selasar depan IGD pun dipenuhi oleh pasien yg antre masuk ke dalam IGD, kamar rawat inap dan ICU," paparnya. "Kini, selasar IGD itu sudah kosong, pasien dapat langsung masuk ke IGD."


Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tersebut berharap agar pasien yang sembuh dan pulang dari rumah sakit semakin banyak, dan pasien yang masuk semakin sedikit. Dengan demikian, beban fasilitas kesehatan dapat terus berkurang.

"Urutannya adalah antrean IGD, lalu kamar rawat inap, dan ICU," lanjutnya. "Antrean IGD sudah terurai, semoga berikutnya diikuti dengan pelonggaran di kamar rawat inap dan di ICU."

Meski tingkat kegawatan sudah menurun, Anies mengingatkan bahwa situasi pandemi di Jakarta saat ini masih jauh dari kata ideal. Oleh sebab itu, Anies mengajak masyarakat untuk melanjutkan momentum perbaikan tersebut dengan terus menjaga protokol kesehatan dan mensukseskan program vaksinasi COVID-19.

"Jangan sampai gelombang perbaikan yang mulai terasa ini lalu berhenti atau malah berbalik jadi naik kembali karena kita lengah dan kendor," pungkasnya. "Bagi yang belum vaksin jangan tunda lagi, data di Jakarta nyata-nyata menunjukkan bahwa vaksinasi bisa menurunkan risiko keparahan dan kematian akibat COVID secara signifikan, sehingga tidak harus dirawat rumah sakit."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts