PPKM Level 4 Diperpanjang, Menkes Budi Fokus Tingkatkan Testing Hingga Percepatan Vaksinasi COVID-19
Twitter/KemenkesRI
Nasional
PPKM Darurat

Presiden Jokowi telah resmi memperpanjang PPKM Level 4 yang disampaikan secara virtual pada Senin (2/8). Dalam perpanjangan kali ini, ada sejumlah upaya yang semakin ditingkatkan dalam menangani COVID-19.

WowKeren - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 telah berakhir pada Senin (2/8) kemarin. Namun Presiden Joko Widodo telah resmi kembali memperpanjang PPKM Level 4 hingga 9 Agustus mendatang.

Terkait perpanjangan PPKM Level 4 itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pihaknya akan fokus meningkatkan jumlah testing atau pemeriksaan, baik di Pulau Jawa-Bali maupun wilayah lainnya. Kemudian, pihaknya juga akan terus meningkatkan tracing atau pelacakan kontak erat.

"Meningkatkan jumlah testing untuk support protokol kesehatan dan perubahan level PPKM karena jumlah testing ini, akan sangat menentukan dan kami akan usahakan sebagian besar testing ini berasal dari pelacakan kontak erat," tutur Budi dalam konferensi pers, Senin (2/8).

Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa pihaknya juga akan mereplikasi apa yang sudah dilakukan di Jawa-Bali untuk mengatasi lonjakan kasus COVID-19 di pulau lainnya. Menurutnya, angka kasus COVID-19 di luar pulau Jawa dan Bali, lebih sedikit, sehingga tingkat nasional terlihat menurun.


Akan tetapi, menurut Budi, kompleksitasnya akan lebih besar karena jangkauan dan pulaunya berbeda-beda. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa Indonesia akan kedatangan sebanyak 70 juta dosis vaksin COVID-19 sepanjang Agustus hingga September 2021. Maka dari itu, pemerintah akan semakin menggencarkan percepatan vaksinasi kepada masyarakat.

"Jadi ini butuh peningkatan yang sangat cepat dari segi vaksinasi seluruh daerah-daerah," terang Budi. "Kalau ada kekurangan (vaksin) di daerah-daerah, karena memang baru 20 persen vaksin yang datang. Sisanya 80 persen datangnya dari Agustus sampai Desember."

Budi menuturkan dosis vaksin COVID-19 sebanyak 70 juta itu terhitung sangat tinggi. Seperti yang diketahui, pada Januari hingga Juli 2021, hanya ada 90 juta dosis vaksin yang datang atau 22 persen dari total keseluruhan kebutuhan nasional.

Sementara untuk saat ini, Budi mengatakan bahwa sudah ada 258 juta dosis vaksin COVID-19 yang pasti didapatkan Indonesia. Sedangkan yang belum pasti adalah 70 juta dosis. Jadi total vaksin COVID-19 yang didapatkan Indonesia yakni sekitar 331 juta dosis.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts