Biaya Cat Pesawat Kepresidenan Sampai Rp2 Miliar, Istana Pastikan Tak Ganggu Anggaran COVID-19
Instagram/adhimas_aviation
Nasional

KSP Ali Mochtar Ngabalin menegaskan anggaran untuk pengecatan ulang pesawat kepresidenan itu sudah disiapkan sejak 2019 sehingga tidak mengganggu penanganan wabah.

WowKeren - Kritikan langsung menerjang pemerintahan Presiden Joko Widodo menyusul rencana pengecatan ulang pesawat RI 1. Banyak yang menilai dana tersebut sebaiknya untuk penangaan COVID-19, apalagi karena besarannya diduga sampai Rp2 miliar.

Menanggapi hal tersebut, Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menegaskan rencana pengecatan bukan hal yang dilakukan secara tiba-tiba. Pasalnya pengecatan pesawat yang sedianya dilakukan bersama peremajaan pesawat ini sudah dianggarkan sejak tahun 2019 alias sebelum pandemi COVID-19 terjadi.

"Karena, kan, pandemi itu baru terjadi satu tahun setengah lalu. Coba bayangkan ini Agustus 2021, sementara 2019 alokasi anggarannya," ujar Ngabalin, Rabu (4/8). "Saya sudah cek semuanya."

Karena itulah, pengeluaran anggaran untuk pengecatan pesawat kepresidenan dipastikan tidak mengganggu anggaran untuk penanganan COVID-19. "Alokasi anggaran 2019 dengan pembiayaan dari APBN menjadi Kemensetneg itu jauh dari alokasi yang ditetapkan untuk COVID-19," paparnya menambahkan.


Sebagai mantan wakil rakyat, Ngabalin pun menerangkan bahwa pos alokasi anggaran tidak bisa dibatalkan begitu saja. Karena itulah, sudah selayaknya program pengecatan pesawat kepresidenan yang sudah dianggarkan sejak 2019 tetap direalisasikan.

Pengecatan ini pun akan melibatkan pihak-pihak dalam negeri, sehingga akan membantu roda perekonomian juga. "(Pengecatan pesawat kepresidenan) dilakukan di Tanah Air, artinya peredaran keuangan ada di dalam negeri," kata Ngabalin.

"Bahwa kalau pokoknya di Istana Merdeka, Istana Kepresidenan atau di KSP itu semua yang terkait jangan pernah mengajarkan kami tentang bagaimana tingkat kepedulian kita terhadap COVID-19," sambungnya menekankan soal betapa tinggi prioritas penanganan wabah di lingkup pemerintahan. "Karena setiap hari kami atasi masalah itu dan kami mengerti bagaimana nurani dan denyut jantungnya COVID-19 itu dia berkembang dan bagaimana mengatasinya."

Sebelumnya Kepala Sekretariat Kepresidenan, Heru Budi Hartono, juga menegaskan bahwa anggaran pengecatan ulang pesawat tersebut telah dialokasikan di APBN. Sedangkan Kementerian Sekretariat Negara pun sudah melakukan refocusing anggaran di APBN 2020 dan 2021 untuk mendanai penanganan wabah infeksi virus Corona.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait