Rencana pengecatan ulang pesawat kepresidenan dengan warna merah putih dianggap mengabaikan unsur keamanan perjalanan. TNI AU mengklarifikasi anggapan ini.
- Elvariza Opita
- Jumat, 06 Agustus 2021 - 12:02 WIB
WowKeren - Rencana pengecatan ulang pesawat kepresidenan dengan warna merah putih masih menjadi sorotan publik. Pro dan kontra mengiringi rencana ini, apalagi setelah terungkap kisaran biaya yang diperlukan sampai Rp2 miliar.
Beragam alasan untuk menolak pengecatan pesawat itu diungkap oleh berbagai pihak, termasuk soal pemilihan warnanya. Diketahui saat ini pesawat dicat berwarna biru dan dianggap untuk kamuflase di langit, sehingga dengan rencana pengecatan menjadi merah putih dianggap bentuk abai terhadap keamanan penumpangnya.
Namun anggapan ini segera dibantah oleh Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma Indan Gilang Buldansyah. "Saya kira tidak (mengabaikan keamanan presiden)," kata Indan lewat pesan tertulisnya kepada CNN Indonesia, Kamis (5/8).
Indan tak menampik memang ada pesawat yang dicat dengan warna tertentu untuk kepentingan kamuflase. Namun hal itu hanya dilakukan terhadap pesawat dengan misi khusus. "Fungsi kamuflase digunakan untuk pesawat-pesawat dengan misi khusus," tutur Indan.
Sedangkan untuk kebutuhan pengamanan terhadap penerbangan kelas VVIP seperti presiden ditangani oleh Komando Pertahanan Udara Nasional Indonesia (Kohanudnas). Satuan itu akan mengamankan perjalanan pesawat kepresidenan dengan radar pertahanan udara.
"Unsur Hanud (pertahanan udara) yang akan menghadapi ancaman tersebut," kata Indan. Bila mereka mendeteksi ada ancaman terhadap penerbangan kepresidenan maka akan segera ditindak. Dengan demikian, Indan meyakinkan bahwa unsur keamanan terhadap presiden tidak diabaikan meski pesawat akan dicat ulang dengan warna merah putih.
Salah satu yang menyampaikan risiko keamanan bila pesawat kepresidenan diubah warna menjadi merah putih adalah pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi. Ia lantas mencontohkan beberapa negara yang menggunakan warna-warna tidak mencolok untuk pesawat kepresidenan mereka.
Misalnya Tiongkok dan Rusia, yang meski bendera negaranya dominan merah tetapi pesawatnya berwarna biru putih. Atau Inggris dengan pesawat kepresidenan berwarna abu-abu.
"Kalau saya bilang, ini cenderung mengabaikan aspek keamanan ketika ada pergantian warna menjadi warna mencolok merah putih ini," tutur Fahmi kepada CNN Indonesia, Rabu (4/8). Warna mencolok seperti merah putih malah sulit berkamuflase di langit.
(wk/elva)