Penghapusan Tes Keperawanan di TNI AD Disorot Media Asing
Nasional

Media Associated Press misalnya, menuliskan bahwa keputusan ini diambil tujuh tahun setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan tes keperawanan tidak memiliki validitas ilmiah.

WowKeren - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa telah mengumumkan penghapusan tes keperawanan untuk calon prajurit wanita. Disebutkan Andika, kebijakan ini diambil setelah mengevaluasi proses rekrutmen TNI AD pada bulan Mei 2021 lalu.

Keputusan untuk menghapus tes keperawanan ini lantas disorot oleh sejumlah media asing. Media Associated Press misalnya, menuliskan bahwa keputusan ini diambil tujuh tahun setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan tes keperawanan tidak memiliki validitas ilmiah.

"Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa mengatakan tentara tidak akan lagi melakukan tes invasif di mana para inspektur menggunakan jari mereka untuk menilai apakah selaput dara masih utuh," tulis artikel tersebut.

Artikel tersebut juga mengutip peneliti Human Rights Watch, Andreas Harsono, yang menyerukan penghentian tes keperawanan turut dilakukan di angkatan laut (AL) dan angkat udara (AU) Indonesia. Human Rights Watch sebelumnya menemukan bahwa pelamar yang dianggap "gagal" dalam tes keperawanan memang tidak serta merta dihukum, tetapi mereka yang mengikuti tes mengatakan bahwa pengalaman itu menyakitkan, memalukan, dan traumatis.



"Komando Angkatan Darat melakukan hal yang benar," tutur Harsono dalam pernyataan yang diterima Associated Press pada Kamis (12/8). "Sekarang tanggung jawab komandan teritorial dan batalyon untuk mengikuti perintah, dan mengakui sifat tidak ilmiah serta penyalahgunaan hak dari praktik ini."

Sementara itu, media The Guardian telah menyoroti isu ini sejak sebelum Jenderal Andika Perkasa membuat pengumuman resmi. Dalam artikel bertajuk "Indonesia army signals end to 'virginity test' for female recruits", KSAD Jenderal Andika Perkasa disebut telah memberi sinyal akan mengakhiri tes keperawanan selama puluhan tahun yang telah dipraktikkan selama puluhan tahun.

"Dalam beberapa kasus, tes vagina juga dilakukan pada tunangan perempuan perwira militer," tulis artikel tersebut.

TNI AL dan TNI AU dilaporkan juga akan mengikuti jejak TNI AD dalam penghapusan tes keperawanan tersebut. Namun pihak TNI sendiri masih belum memberikan komenter terkait hal tersebut.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts