Berbagai upaya tengah dilakukan pemerintah Indonesia dalam menghadapi pandemi COVID-19, salah satunya vaksinasi. Vaksinasi dilakukan untuk membentuk kekebalan komunal atau herd immunity.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Jumat, 13 Agustus 2021 - 18:18 WIB
WowKeren - Vaksinasi COVID-19 menjadi salah satu upaya yang tengah dilakukan pemerintah dalam menghadapi pandemi. Saat ini, pemerintah tengah melaksanakan percepatan vaksinasi COVID-19 terhadap seluruh lapisan masyarakat.
Akan tetapi, cakupan vaksinasi COVID-19 dosis pertama di empat provinsi dengan laju penularan yang tinggi terbilang masih rendah. Adapun persentase cakupan dari keempat provinsi tersebut itu bahkan tidak mencapai 50 persen.
Empat provinsi itu diketahui merupakan bagian dari tujuh provinsi yang disoroti oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebagai provinsi dengan tingkat penularan tinggi sepekan, terakhir 2 hingga 8 Agustus 2021. Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 10 Agustus 2021, cakupan vaksinasi di Kalimantan Utara mencatat telah mencapai 18,52 persen.
Padahal, WHO mencatat tingkat insiden kasus di Kalimantan Utara sebesar 413,9 per 100 ribu penduduk. Kedua, Kalimantan Timur baru memberikan suntikan dosis pertama vaksin COVID-19 sebanyak 18,82 persen dengan catatan kasus 316,8 per 100 ribu penduduk.
Ketiga, Kepulauan Bangka dengan catatan tingkat vaksinasi COVID-19 sebesar 20,38 persen dengan insiden kasus 271,2 per 100 ribu penduduk. Terakhir, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) cakupan vaksinasi sebesar 36,64 persen dengan insiden kasus 316,8 per 100 ribu penduduk.
Sedangkan cakupan vaksinasi COVID-19 yang terbilang tinggi, terjadi di tiga daerah lainnya. Adapun daerah itu adalah DKI Jakarta, sebanyak 103,91 persen, Bali, mencapai 90,95 persen, dan Kepulauan Riau 67,82 persen.
Sebelumnya, WHO menyoroti tujuh provinsi tersebut karena memiliki tingkat laju penyebaran yang tinggi selama satu pekan yakni 2 hingga 8 Agustus 2021. Selain itu, WHO juga mencatat bahwa ketujuh provinsi tersebut berada pada level 4 dengan skala insiden kasus lebih dari 150 per 100 ribu penduduk.
"Berdasarkan pedoman sementara WHO, ini berarti bahwa ada risiko infeksi COVID-19 yang sangat tinggi bagi masyarakat umum dan sejumlah besar kasus yang didapat secara lokal dan tersebar luas," bunyi laporan WHO, Jumat (13/8).
Seperti yang diketahui, saat ini pemerintah tengah berupaya untuk bisa mendistribusikan vaksin COVID-19 secara merata ke seluruh wilayah Indonesia. Seperti yang diketahui, pembagian vaksin COVID-19 sempat mengalami ketimpangan antara di Jawa dan di luarnya.
(wk/tiar)