Tes Keperawanan Bagi Prajurit Wanita Dihapus, Komnas Perempuan Apresiasi KSAD
Instagram/infokowad
Nasional

Sebelumnya, KSAD memutuskan untuk menghapus tes keperawanan terhadap para calon prajurit wanita. Hal ini lantas mendapat tanggapan dari berbagai pihak, termasuk Komnas Perempuan.

WowKeren - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa memberikan arahan untuk menghapus aturan tes keperawanan bagi prajurit wanita. Hal ini dinilai, tes tersebut tidak ada relevansinya dengan keanggotaan sebagai prajurit.

Penghapusan tes keperawanan itu mendapatkan apresiasi dari Komnas Perempuan. Komnas Perempuan mengapresiasi keputusan dari Andika yang menghapus tes tersebut atau himen dalam seleksi calon anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad).

Kini Komnas Perempuan menyatakan tengah menunggu kebijakan tertulis. "Sebagai political will (kemauan politik) pernyataan Kasad itu perlu kita apresiasi," tutur Theresia Iswarini selaku Komisioner Komnas Perempuan kepada CNNIndonesia.com, Jumat (13/8).

Rini mengatakan bahwa Komnas Perempuan masih menunggu Andika menuangkan penghapusan tes keperawanan itu dalam kebijakan tertulis secara resmi. Dengan demikian, kebijakan tersebut bisa menjadi rujukan bagi mitra lain di lingkungan TNI.


Selain itu, Komnas Perempuan juga bisa mengutip kebijakan secara resmi dalam laporan mereka. "Kita menunggu kebijakan tertulisnya, kan itu akan lebih kuat ya dan publik juga pasti akan sangat senang karena ada bukti terhadap pernyataan tersebut," terangnya.

Lebih lanjut, Rini menerangkan bahwa Komnas Perempuan baru mengetahui bahwa tes keperawanan diberlakukan di lingkungan TNI. Sebelumnya, pihaknya menerima laporan bahwa lingkungan Polri telah menghapus tes serupa.

Akan tetapi, hingga saat ini, Komnas Perempuan belum menerima salinan dari kebijakan tertulis penghapusan tes keperawanan. Rini menuturkan bahwa keputusan yang diambil oleh Andika bisa menjadi langkah progresif jika dituangkan dalam kebijakan tertulis. "Kan dia jadi untuk penghapusan kebijakan tes himen lainnya," jelas Rini.

Rini pun lantas mempertanyakan kaitan antara tes keperawanan dengan kapasitas dan kapabilitas calon prajurit perempuan. Ia pun mempersoalkan apakah ketiadaan himen tersebut memiliki dampak terhadap ketidakmampuan seorang perempuan dalam membela negara.

Sedangkan dari sisi kesehatan, Rini juga mempertanyakan hubungan ketiadaan himen dengan penilaian kesehatan perempuan secara keseluruhan. "Apa indikatornya kalau himen rusak apakah seluruh kesehatan dari prajurit perempuan itu bermasalah?" tandas Rini.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait