20 Tahun Berkarier di Musik, Armand Maulana Masih Takut Buat Lagu Bertema Nasionalisme?
Instagram/armandmaulana04
Musik

Armand Maulana membagikan pendapatnya mengenai rencana membuat lagu bertema nasionalisme. Armand pun mengaku masih belum terpikir untuk membuat lagu tentang tema tersebut.

WowKeren - Momen Peringatan Kemerdekaan Indonesia kerap dimanfaatkan para musisi untuk merilis karya bertema nasionalisme. Tapi hal itu rupanya tak berlaku bari musisi senior, Armand Maulana. Vokalis band Gigi itu rupanya masih belum punya rencana untuk membuat lagu dengan tema nasionalisme.

Armand Maulana menyebut ada tantangan tersendiri dalam membuat lagu bertema nasionalisme. Pesan nasionalisme yang ingin disampaikan di lagu harus bisa disampaikan dengan tepat. Hal itulah yang rupanya menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Armand Maulana dalam membuat lagu nasionalisme, baik untuk solo atau pun bareng band Gigi.

"Sebetulnya gampang-gampang sulit ya. Menciptakan lagu yang liriknya bukan cinta itu memang susah. Ngeri juga kita ngeluarin lagu nasionalisme atau lagu kritik sosial terus tiba-tiba pesannya nggak sampai," kata Armand Maulana dilansir dari ANTARA.

Ayah satu anak ini tak menampik lagu-lagu bertema cinta bakal lebih mudah dicerna. Sebab banyak yang merasa terwakili lewat lagu tersebut.


"Semua orang mengalami cinta. Yang udah tua aja bisa tetap jatuh cinta apalagi anak-anak muda. Jadi, pasti lirik itu akan lebih diterima," ujar Armand Maulana membandingkan.

Selain urusan lirik, aransemen lagu bertema nasionalisme juga harus tetap diperhatikan. Salah satunya, dengan tetap mempertahankan rasa yang pop di dalam lagu-lagu tersebut.

Armand lantas mencontohkan beberapa lagu bertema tersebut yang sukses. Lagu itu antara lain "Bendera" milik grup band Cokelat, "Dari Mata Sang Garuda" milik Pee Wee Gaskins, hingga "Garuda di Dadaku" milik Netral.

"Lagu 'Bendera' dari Cokelat, itu kan mengenai nasionalisme. Lagunya enak, aransemennya pas. Jadi sekarang lagu itu tiap 17 Agustus kayak lagu kedua setelah Indonesia Raya," jelas Armand Maulana.

"Nah harusnya digarap seperti itu, tetap dengan jiwa muda, sense of pop yang kuat. Effort-nya memang lebih susah saat membuat lagu itu," pungkas suami dari Dewi Gita tersebut.

(wk/amel)

You can share this post!

Related Posts