Wali Kota Bogor Bima Arya tidak mengungkapkan Kementerian apa yang dimaksud, namun menurutnya Kementerian tersebut menambah persoalan karena melakukan pendekatan secara formalistik yang kaku.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 19 Agustus 2021 - 17:19 WIB
WowKeren - Konflik terkait pendirian Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin di Bogor disebut hampir selesai sejak dua tahun yang lalu. Hanya saja persoalan tersebut bertambah panjang karena proses penyelesaian terganggu oleh salah satu Kementerian.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Wali Kota Bogor Bima Arya. Ia tidak mengungkapkan Kementerian apa yang dimaksud, namun menurutnya Kementerian tersebut menambah persoalan karena melakukan pendekatan secara formalistik yang kaku.
"Jadi sempat sekitar dua tahun lalu konflik itu sebetulnya sudah mendekati penyelesaian," ungkap Bima Arya dalam webinar pada Kamis (19/8), dilansir CNN Indonesia.
Bima Arya menjelaskan bahwa Kementerian tersebut mengundang kedua belah pihak yang berkonflik untuk bertemu. Namun perwakilan yang datang dalam undangan Kementerian tersebut justru bukan dari pihak Persekutuan Gereja- Gereja Indonesia (PGI).
"Jadi yang datang bukan teman-teman dari gereja tapi teman-teman golf. Karena pendekatannya sangat formalistik tadi dan ini membuat kami geregetan," katanya.
Padahal Pemkot Bogor kala itu tengah menjalin komunikasi dengan kedua belah pihak yang berkonflik secara intens. Pemkot Bogor disebutnya telah turun ke lapangan untuk menjalin komunikasi dengan tokoh agama di masjid setempat, Ketua RT, hingga Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
"Ketika ada intervensi dari kekuasaan dengan tatanan formal, pendekatan yang kaku, birokratik, ya menjadi buyar kembali," ujarnya.
Adapun Pemkot Bogor sendiri akhirnya telah menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk GKI Yasmin sekitar dua pekan lalu. Bima menyatakan pengurus sudah dapat membangun GKI Yasmin dengan terbitnya IMB tersebut.
Sebelumnya, Bima juga memastikan bahwa Pemkot Bogor akan selalu mengawal pembangunan gedung gereja bersama warga sekitar. Ia akan memastikan bahwa jemaat GKI Yasmin bisa beribadah dengan damai dan nyaman.
"Bapak, ibu insyaallah pemerintah kota, akan mengawal bersama-sama dengan warga, bersama-sama dengan semua, tidak saja hingga gedung gereja yang sudah ada desainnya berdiri di tempat kita berdiri ini, tetapi juga memastikan nantinya jemaat gereja bisa beribadah dengan nyaman dan damai di tempat ini," kata Bima dalam acara penyerahan IMB GKI Yasmin pada 8 Agustus 2021 lalu.
(wk/Bert)