Temukan Varian Delta, Dinkes Belitung Gerak Cepat Putus Rantai Penularan COVID-19
Instagram/explorebelitung
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Seperti yang diketahui, varian Delta telah masuk ke Indonesia, dan menyebar ke berbagai daerah. Menanggapi hal tersebut, Dinkes Belitung, mempersiapkan segalanya untuk antisipasi.

WowKeren - Pandemi COVID-19 di Indonesia masih belum berakhir. Hingga saat ini, pemerintah bersama masyarakat masih terus berjuang dalam melawan pandemi yang telah menimbulkan banyak dampak terhadap kehidupan sosial.

Baru-baru ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyampaikan akan bergerak cepat dalam penelusuran penularan COVID-19, khususnya varian Delta. Hal ini diutarakan oleh Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Belitung, Joko Sarjono.

"Kami akan melakukan penelusuran kontak secara ketat dan cepat di beberapa tempat yang dianggap mencurigakan terjadinya sebaran varian Delta," tutur Joko di Tanjung Pandan, Kamis (19/8).

Sebelumnya, Satgas COVID-19 Belitung, mengumumkan adanya penemuan kasus COVID-19 varian Delta. Kemudian, Direktur RSUD Marsidi Judono Belitung dr Hendra mengungkapkan bahwa dari enam sampel pasien COVID-19 yang diuji, lima di antaranya dinyatakan positif COVID-19 varian Delta.

Joko mengatakan bahwa penularan varian Delta itu jauh lebih cepat dibandingkan dengan COVID-19 varian sebelumnya. "Penularan varian ini lebih cepat seperti yang terjadi di Kudus, Jawa Tengah," terang Joko.


Maka dari itu, Joko mengatakan bahwa pihaknya akan bergerak cepat dan sistematis dalam memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19 varian Delta di daerah Belitung. Adapun salah satu strategi dalam menangani varian Delta adalah dengan mempercepat pelacakan kontak erat.

"Dari satu kasus positif COVID-19 yang terkonfirmasi varian Delta, kami akan inventarisir kontaknya ke mana saja," jelas Joko. "Sehingga punya peta gambaran penularan untuk memutus mata rantai penyebarannya."

Lebih lanjut, Joko juga meminta para masyarakat untuk tetap memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat dan disiplin. Hal ini disebut bisa menjadi antisipasi penyebaran varian Delta. "Protokol kesehatan harus lebih diperketat dan ditingkatkan," tandas Joko.

Seperti yang diketahui, varian Delta ini juga telah merebak ke banyak negara di dunia. Masing-masing negara juga tengah berjuang untuk bisa menekan angka penyebaran COVID-19 varian Delta tersebut.

Sementara itu, pemerintah Indonesia sendiri, kini tengah melaksanakan percepatan vaksinasi COVID-19 agar bisa segera mencapai kekebalan komunal atau herd immunity. Dengan begitu, Indonesia diharapkan bisa segera keluar dari pandemi.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts