Usai Kontroversi Mobdin Rp 2 M, Gubernur Sumbar Terseret Kasus Surat Sumbangan
Instagram/mahyeldisp
Nasional

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi akhirnya meminta maaf dan menyerahkan mobil dinas anyar tersebut untuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Sumbar.

WowKeren - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi baru-baru ini dikritik karena membeli mobil dinas baru senilai lebih dari Rp 2 miliar di tengah pandemi COVID-19. Mahyeldi akhirnya meminta maaf dan menyerahkan mobil dinas anyar tersebut untuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Sumbar.

Usai kontroversi mobil dinas tersebut, kini beredar surat dengan tanda tangan Mahyeldi yang berisi permintaan sumbangan untuk penerbitan buku. Hal ini terungkap kala polisi menangkap lima orang yang membawa surat permintaan sumbangan penerbitan buku profil yang diduga diteken oleh Mahyeldi.

Para peminta sumbangan tersebut mengaku telah memperoleh dana sekitar Rp 170 juta. Mereka disebut mendatangi para pengusaha, kampus, dan pihak-pihak lain dengan bermodal surat sumbangan berlogo Gubernur Sumbar yang diduga ditandatangani dan distempel oleh Mahyeldi.

"Kita amankan di PT. Menara Agung dan dibawa ke Mapolresta untuk diperiksa, dan mereka mengaku mendapatkan surat itu langsung dari Gubernur dan Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah)," ungkap Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda, kepada CNN Indonesia.


Kelima orang yang ditangkap tersebut mengaku telah mendapat persetujuan dari Bappeda dan Gubernur Sumbar. Pihak kepolisian pun akan mengecek kebenaran surat tersebut.

"Jika itu palsu, tentu akan kita jerat dengan pasal penipuan. Kalau surat itu benar, kita akan pelajari lebih lanjut. Karena pelaku bukanlah ASN, kenapa bisa menggunakan surat resmi gubernur untuk meminta-minta," jelasnya.

Kekinian, kelima orang tersebut akhirnya telah dibebaskan. Surat sumbangan tersebut juga diduga asli, oleh sebab itu pihak kepolisian akan melakukan pemanggilan terhadap Mahyeldi.

"Kelima orang ini mengakui bahwa surat itu adalah asli. Berasal dari Gubernur dan orang kepercayaannya," kata Rico.

Pemanggilan terhadap Mahyeldi dan sejumlah pihak terkait surat tersebut akan dilayangkan pekan ini. "Pekan ini kita akan panggil para pihak terkait seperti Bappeda, Sekretariat Daerah dan pihak Gubernur," pungkasnya.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait