Booster Nakes Di Bandung Barat Telah Dimulai, Pemkab Sebut Kekurangan Vaksin Moderna
Twitter/KemenkesRI
Nasional

Sebelumnya, ribuan nakes di Bandung Barat telah terdaftar untuk mendapatkan suntikan dosis ketiga atau booster dari vaksin Moderna. Pemerintah pun mendistribusikannya secara bertahap.

WowKeren - Pemerintah sebelumnya menyampaikan bahwa dosis vaksin Moderna diprioritaskan untuk suntikan dosis ketiga atau booster bagi tenaga kesehatan (nakes) yang merupakan garda terdepan penanganan COVID-19. Untuk pelaksanaannya sendiri juga telah dimulai.

Pada pekan lalu, nakes yang berada di Bandung Barat, sebanyak 4 ribu orang telah terdaftar untuk disuntik booster. Akan tetapi pada saat itu, Bandung Barat baru menerima sekitar 420 vial dosis vaksin Moderna.

Kini Pemkab Bandung Berat mengatakan bahwa pihaknya kekurangan dosis vaksin Moderna bagi nakes. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandung Barat, Eisenhower Sitanggang mengatakan bahwa pihaknya memprioritaskan untuk memberi suntikan booster kepada nakes yang bertugas di Instalansi Gawat Darurat (IGD) dan Intensive Care Unit (ICU) rumah sakit.

"Dosisnya (Moderna) belum mencukupi untuk nakes di kita (Bandung Barat)," ungkap Eisenhower kepada wartawan, Jumat (20/8). "Jumlahnya ada 3.900-an nakes, makanya kita prioritaskan dulu untuk petugas IGD dan ICU."

Sejak dimulainya vaksinasi dosis ketiga terhadap nakes di Bandung Barat pada pekan lalu, kata Eisenhower, masih mencapai sebagian. Sementara itu, hingga saat ini, belum ada laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).


"Sudah sepekan, dan tidak ada gejala parah, paling hanya pegal-pegal dan mengantuk," terang Eisenhower. "Semoga lancar semua dan harapannya setelah di-booster nakes lebih siap dan minim yang terpapar."

Lebih lanjut, Eisenhower meminta agar para nakes yang belum menerima booster untuk bersabar menunggu giliran. Hal ini karena masih menunggu distribusi vaksin Moderna dari pemerintah pusat yang datangnya secara bertahap.

Sementara untuk teknis pelaksanaannya, Eisenhower menuturkan bahwa diselenggarakan di masing-masing puskesmas atau rumah sakit. Termasuk juga di antaranya klinik dan bidan swasta yang menjadi sasaran.

"Vaksinnya langsung disitribusikan ke Puskesmas masing-masing, nanti ke jejaringnya itu klinik, dan bidan swasta akan jadi sasaran vaksinasinya juga," tandas Eisenhower.

Seperti yang diketahui, saat ini pemerintah juga tengah melaksanakan percepatan vaksinasi COVID-19 untuk bisa segera mencapai kekebalan komunal atau herd immunity. Vaksinasi sendiri dinilai efektif dalam penanganan COVID-19.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait