Kementerian Kesehatan mengungkap vaksin COVID-19 merek Pfizer akan diprioritaskan di Jabodetabek. Padahal sebelumnya perkara ketimpangan distribusi vaksin sudah disorot penasihat WHO.
- Elvariza Opita
- Sabtu, 21 Agustus 2021 - 19:23 WIB
WowKeren - Penasihat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sempat mengkritik distribusi vaksin COVID-19 di Indonesia yang fokus untuk daerah prioritas. Namun tampaknya kritikan ini tidak terlalu berpengaruh banyak terhadap rencana distribusi vaksin Pfizer.
Diketahui Indonesia membeli 50 juta dosis vaksin Pfizer dan sebanyak 1.560.780 di antaranya sudah tiba. Bukan cuma itu, sebanyak 4,6 juta dosis vaksin Pfizer secara gratis dari GAVI/COVAX pun telah siap disuntikkan kepada masyarakat.
Dan Kementerian Kesehatan mengatur vaksin buatan Amerika Serikat itu diprioritaskan untuk diedarkan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi. Namun bukan cuma karena urusan daerah prioritas, hal ini rupanya juga sejalan dengan sistem logistik vaksin Pfizer yang lebih kompleks.
Dijelaskan Kemenkes, vaksin Pfizer memerlukan penanganan dan penyimpanan khusus, yakni disimpan di tempat dengan suhu rendah antara -90 sampai -60 derajat Celsius. Selain itu vaksin Pfizer juga harus segera digunakan dengan teknik persiapan tertentu.
"Vaksin ini harus disiapkan oleh petugas kesehatan yang sudah dilatih menggunakan teknik tertentu dalam menangani rantai dingin," terang Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, Widyawati, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (21/8). "Termasuk cara mencairkan dan mengencerkan vaksin sebelum disuntikan."
Pada kesempatan itu, Widyawati juga menjelaskan bahwa Indonesia terus mendatangkan vaksin COVID-19 yang tentu sudah dipastikan khiasiat dan keamanannya. Sejauh ini sudah ada 6 jenis vaksin COVID-19 yang digunakan di Indonesia, yakni Sinovac, Bio Farma yang memakai bahan baku dari Sinovac, AstraZeneca, Moderna, serta yang terakhir Pfizer.
"Pemerintah terus mendatangkan vaksin terbaik dari berbagai produsen dalam rangka mengamankan ketersediaan vaksin," kata Widyawati. "Untuk melindungi 208 juta rakyat Indonesia yang menjadi sasaran vaksinasi COVID-19."
Meski demikian, Widyawati mengimbau masyarakat untuk tidak pilih-pilih jenis vaksin karena semua sudah dipastikan kualitasnya. "Kembali saya tekakan, jangan pilih-pilih vaksin COVID-19. Semuanya aman dan berkhasiat dan segera lakukan vaksinasi," pungkas Widyawati.
(wk/elva)