Menkes Budi Gunadi Sadikin mengingatkan pentingnya ibu menyusui anaknya bahkan ketika terkonfirmasi positif COVID-19. Pasalnya virus Corona tidak bisa menular lewat ASI.
- Elvariza Opita
- Rabu, 25 Agustus 2021 - 16:10 WIB
WowKeren - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberi arahan khusus untuk ibu menyusui yang terkonfirmasi positif COVID-19. Budi Gunadi menyarankan para ibu menyusui untuk tetap memberikan ASI lantaran nihil potensi penularan COVID-19.
"Bagi ibu yang terkonfirmasi positif menderita COVID-19, disarankan untuk tetap menyusui," ujar Budi Gunadi, Rabu (25/8). "Karena COVID-19 tidak dapat menular melalui ASI."
Meski demikian, seperti pernah disampaikan sebelumnya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengingatkan potensi bahaya COVID-19 untuk ibu menyusui. Terutama untuk ibu menyusui yang terkonfirmasi positif COVID-19 varian Delta.
Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IDI, Daeng Muhammad Faqih, awalnya menyoroti virus Corona varian Delta yang menyimpan potensi bahaya untuk anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui. Pasalnya varian tersebut banyak menular di kalangan warga berusia muda serta penderitanya berisiko mengalami perburukan dengan cepat.
Sedangkan spesifik untuk ibu menyusui, potensi bahayanya timbul dari kemungkinan menularkan ke anaknya yang berhubungan dekat. "Betul lebih berbahaya. Kalau ibu menyusui berpengaruh kepada anaknya, sebab hubungan yang dekat itu bisa ikut tertular juga," terang Daeng dalam sebuah diskusi virtual, 19 Juni 2021 lalu.
"Varian Delta ini selain lebih cepat menular, juga lebih berbahaya. Mulanya gejala-gejala ringan, tapi perburukannya lebih cepat," sambungnya. "Jadi misalnya mengalami sesak napas, lalu lebih cepat memburuk kondisinya."
Namun tentu saja kondisi ini bisa dihindari apabila dilakukan protokol kesehatan ketat. Dan di sisi lain, ibu menyusui pun kini bisa mendapat perlindungan terhadap COVID-19 melalui vaksinasi. Diketahui ibu hamil dan menyusui sudah boleh menerima vaksin sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itulah, Menkes Budi Gunadi kembali mendorong ibu menyusui untuk berkenan divaksin. Apalagi karena antibodi yang muncul nanti akan terdeteksi pula dalam ASI sehingga berpotensi meningkatkan kekebalan tubuh bayi terhadap COVID-19.
"Agar antibodi yang muncul dapat terdeteksi di ASI dan berpotensi meningkatkan kekebalan bayi terhadap COVID-19," ujar Budi Gunadi. Selain itu, menyusui juga merupakan investasi terbaik untuk kelangsungan kesehatan anak di masa depan.
Ibu menyusui secara eksklusif dapat menurunkan risiko stunting, demikian disampaikan Budi Gunadi. Karena itulah ia juga mendorong setiap pihak untuk saling mengingatkan pentingnya ibu untuk menyusui anaknya.
(wk/elva)