Menag Yagut Akan Berkunjung ke Arab Saudi, Bakal Lobi Keberangkatan Jemaah Umrah RI?
Instagram/gusyaqut
Nasional

Rencana kunjungan Menag Yaqut Cholil Qoumas ini dibenarkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Kementerian Agama, Khoirizi.

WowKeren - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dilaporkan akan mengunjungi Arab Saudi pada akhir Agustus 2021 ini. Hal ini dibenarkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Khoirizi.

"Informasi ini (kunjungan ke Arab Saudi) benar adanya," tutur Khoirizi dalam diskusi daring, Kamis (26/8).

Menurut Khoirizi, kunjungan Menag Yaqut tersebut dilakukan dalam rangka memenuhi undangan Kementerian Agama Saudi, bukannya Kementerian Haji dan Umrah Saudi. Meski demikian, kunjungan Menag Yaqut tersebut juga akan menjadi kesempatan untuk melobi Saudi terkait izin umrah jemaah Indonesia yang hingga kini masih ditangguhkan.

"Itu kita manfaatkan untuk membicarakan umrah untuk Indonesia, kesempatan ini kita gunakan sedemikan rupa, tapi bukan hanya umrah tapi juga haji 2022," papar Khoirizi.


Sebagai informasi, Saudi masih menangguhkan jemaah umrah asal Indonesia karena situasi pandemi COVID-19. Saudi memang telah mencabut larangan masuk bagi warga negara Indonesia (WNI), namun hanya terbatas untuk WNI yang bermukim di Mekkah (mukimin) dan kalangan ekspatriat.

"Betul negara Arab Saudi sudah membuka penerbangan bagi tujuh negara yang ter-suspend selama ini. Tetapi itu untuk sebatas mukimin dan ekspatriat," papar Khoirizi.

Dengan demikian, hanya orang telah memiliki izin tinggal saja yang diperbolehkan masuk ke Saudi. Sebaliknya, mukimin yang berada di Saudi juga sudah bisa kembali ke Tanah Air.

"Begitu juga dengan tenaga kerja, ekspatriat tadi," lanjutnya. Namun Indonesia hingga saat ini masih belum bisa mengirimkan jemaah umrah dan masih belum ada aturan apapun terkait penyelenggaraan tersebut.

Sebelumnya, Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali, menerangkan bahwa pemerintah Saudi masih melakukan kajian mengenai penggunaan dua vaksin hasil produksi Tiongkok, yakni Sinovac dan Sinopharm bagi para jemaah umrah. hasil kajian itu, kata Endang, nantinya akan merujuk kepada keputusan apakah calon jemaah Umrah dari negara lain, termasuk Indonesia yang sudah memperoleh dua dosis vaksin hasil produksi Tiongkok itu bisa masuk ke Arab Saudi atau tidak. Mengingat Saudi hanya menyetujui penggunaan vaksin Pfizer, AstraZeneca, Moderna, dan Johnson&Johnson.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait