Ada 4 pejabat Pemda Jember yang mendapat honor dari pemakaman COVID-19 dengan total Rp282 juta. Lantas darimana sumber honor tersebut dan apa tujuan pemberiannya?
- Elvariza Opita
- Jumat, 27 Agustus 2021 - 15:44 WIB
WowKeren - Baru-baru ini publik digegerkan dengan fakta bahwa sejumlah pejabat daerah Kabupaten Jember menerima honor dari pemakaman COVID-19. Tak main-main, mereka mendapatkan honor hingga total Rp70 juta dan yang termasuk menerimanya adalah Bupati Jember Hendy Siswanto.
Hendy pun membenarkan perihal pemberian honor tersebut dan mengaku baru menerimanya sekali. Penghitungannya adalah Rp100 ribu per satu warga yang meninggal akibat COVID-19. Sehingga ketika terjadi lonjakan kasus COVID-19, honor yang diterima pun semakin besar.
Lantas apa alasan para pejabat daerah ini mendapatkan honor tersebut? "Karena memang pada regulasi yang ada, ada pengarah, ketua, dan anggota dan lainnya, ada kaitannya dengan monitoring dan evaluasi," jelas Hendy, dikutip dari Kompas Regional, Jumat (27/8).
"Karena kami harus monitor setiap yang meninggal sampai malam hingga pagi. Pelayanan itu yang harus kami monitoring setiap saat, bahkan di saat bukan jam kerja," imbuh Hendy.
Meski demikian ia menegaskan pejabat Jember tidak pernah berharap banyak warga yang meninggal akibat COVID-19 demi mendapat honor yang banyak. Honor yang diterima pun, tegas Hendy, sudah diberikan kepada warga tidak mampu yang keluarganya meninggal akibat infeksi virus Corona.
Honor tersebut diterima oleh Bupati, Sekretaris Daerah, Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember. Total keempatnya mendapat honor sampai Rp282 juta.
Anggota Pansus COVID-19 DPRD Jember, Hadi Supaat pun mengkritik keras kebijakan tersebut. "Ini keputusan yang fatal dan tidak etis. Kemudian di situasi pandemi ini, semua pihak seharusnya merasa prihatin," terang Hedi kepada Kompas, Kamis (26/8).
"Ini adalah wabah, ini adalah penderitaan. Saya tidak ingin pejabat di pemerintah daerah ini menari-nari di atas penderitaan rakyat, mengambil keuntungan," lanjut Hadi. "Kami baru tahu muncul SK tim struktur pemakaman COVID-19 yang di situ juga menyebut nama bupati."
Perkembangan terkini kasus pun mengungkap rencana polisi untuk menyelidiki dugaan adanya korupsi anggaran pemakaman COVID-19 di Jember tersebut. Polisi pun disebut akan memanggil sejumlah pejabat termasuk Bendahara BPBD Jember, Siti Fatimah.
(wk/elva)