Selain itu, Direktur Regional Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Asia Tenggara, John MacArthur, juga turut menyoroti program vaksinasi di Indonesia.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 27 Agustus 2021 - 15:20 WIB
WowKeren - Perkembangan situasi pandemi COVID-19 di DKI Jakarta dinilai telah menunjukkan perbaikan. Hal ini disampaikan oleh Direktur Regional Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Asia Tenggara, John MacArthur.
"Saya kira kabar baik di Indonesia, melihat kemajuan di Jakarta dan daerah perkotaan yang kita lihat jumlah kasusnya mulai turun. Tapi masih jauh untuk dikerjakan (diperbaiki)," tutur MacArthur dalam peluncuran Kantor Regional Asia Tenggara CDC di Hanoi, Vietnam, dikutip dari Kumparan pada Jumat (27/8). "Jadi kami melihat kemajuan yang luar biasa."
Selain itu, program vaksinasi COVID-19 di Indonesia juga turut disorot oleh MacArthur. "Mereka menyuntikkan vaksin, saya pikir saat ini sekitar 12 persen dari populasi yang memenuhi syarat sudah menerima vaksin. Divaksinasi lengkap sekitar 22 persen dari populasi," paparnya.
MacArthur menjelaskan bahwa tingkat vaksinasi COVID-19 harus dikejar hingga mencapai 70 persen dari populasi untuk mencapai kekebalan berkelompok alias herd immunity. Oleh sebab itu, MacArthur menilai Indonesia masih memiliki banyak PR terkait vaksinasi COVID-19.
"Jadi mereka (Indonesia) masih memiliki beberapa pekerjaan yang harus dilakukan untuk mendapatkan target (vaksinasi) mereka sekitar 70 persen yang harus mereka kerjakan," ujarnya.
Sebagai informasi, sekitar 59 juta orang di Indonesia atau 28,5 persen dari total populasi telah menerima setidaknya dosis pertama vaksinasi COVID-19 per Kamis (26/8) kemarin. Sedangkan 33 juta atau 16 persen telah menerima vaksinasi COVID-19 secara lengkap.
Di sisi lain, kasus COVID-19 nasional Indonesia mengalami penurunan konsisten sejak Juli 2021 lalu meski angkanya sendiri masih tinggi. Menurut Juru Bicara (Jubir) Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, penurunan angka kasus COVID-19 itu terjadi setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, yang kemudian dilanjutkan dengan Level 2, 3, dan 4. Berdasarkan hasil evaluasi mingguan, angka kasus COVID-19 nasional mengalami penurunan hingga 34 persen.
Nadia juga menjelaskan bahwa penurunan angka kasus COVID-19 itu sangat berhubungan dengan jumlah orang yang diperiksa. Ia lantas mendorong agar provinsi, kabupaten, dan kota untuk terus meningkatkan testing di wilayahnya masing-masing.
(wk/Bert)