Wakil Indonesia di cabor tenis meja kelas 10 perorangan putra, David Jacobs, kalah dari wakil Prancis Mateo Boheas pada semifinal di Tokyo Metropolitan Gymnasium pada Sabtu (28/8) hari ini.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 28 Agustus 2021 - 19:36 WIB
WowKeren - Medali ketiga Indonesia di ajang Paralimpiade Tokyo 2020 dipersembahkan oleh David Jacobs. Ia berhasil mengamankan medali perunggu di cabor tenis meja kelas 10 perorangan putra.
David kalah dari wakil Prancis Mateo Boheas pada semifinal di Tokyo Metropolitan Gymnasium pada Sabtu (28/8) hari ini. Babak semifinal ini langsung menentukan pemenang medali perunggu, sehingga David yang kalah dari Boheas tak harus kembali bertanding untuk memperebutkan posisi ketiga.
Menurut Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Rima Ferdianto, salah satu faktor yang membuat David gagal melaju ke babak final adalah stamina yang terkuras. Diketahui, David menjalani dua pertandingan sekaligus pada Sabtu hari ini.
Pada Sabtu pagi sebelum bertanding di babak semifinal, David harus berhadapan dengan wakil Tiongkok, Lian Hao, di perempat final. Setelah menjalani pertandingan berat selama lima gim melawan Lian Hao, David harus berhadapan melawan Boheas.
"Penampilan David tidak bisa maksimal karena kondisi fisiknya sudah kelelahan. Fisik David cukup terkuras banyak saat ia harus bertarung habis-habisan melawan Lian Hao di babak delapan besar tadi pagi," ungkap Rima dilansir Antara. "Pada pertandingan semifinal tadi, penampilan David menurun. Hal itu terlihat dari forehand top spin-nya David sudah tidak terlalu tajam lagi. Defense lawan juga bagus hari ini jadi menyulitkan David dalam menyerang."
Meski demikian, capaian David yang telah mengamankan medali perunggu pada hari ini cukup menjadi kejutan. Pasalnya, David di nomor perorangan tidak ditargetkan untuk merebut medali karena persaingan yang cukup ketat. Target medali justru diharapkan dari nomor ganda putra.
"Bersyukur kita bisa dapat medali perunggu perorangan," pungkas Rima. "Semoga di nomor ganda kita bisa meraih prestasi yang lebih bagus lagi."
Sebelumnya, David juga sudah pernah menyumbangkan medali perunggu untuk Indonesia di Paralimpiade London 2012. Dengan demikian, ini merupakan perunggu kedua David dalam ajang olaharaga untuk atlet disabilitas terbesar di dunia tersebut.
(wk/Bert)