Viral Kerumunan Pesta Dihadiri Gubernur NTT, Polisi Lakukan Koordinasi
Twitter/Aryprasetyo85
Nasional

Dalam video yang beredar, tampak para tamu mengenakan pakaian bernuansa putih. Beberapa orang tampak menyanyi di atas panggung tanpa masker, sedangkan yang lain tampak kurang menjaga jarak.

WowKeren - Media sosial dihebohkan oleh video pesta pantai yang digelar di masa pandemi virus corona (COVID-19). Pesta itu disebut digelar di Pulau Semau, Kabupaten Kupang, pada Jumat (27/8) lalu.

Dalam video yang beredar, tampak para tamu mengenakan pakaian bernuansa putih. Beberapa orang tampak menyanyi di atas panggung tanpa masker, sedangkan para tamu tampak kurang memperhatikan aturan jaga jarak.

Gubernur NTT Victor Laiskodat disebut-sebut sebagai pihak yang menggelar acara di pinggir pantai tersebut. Dalam narasi yang beredar, disebutkan acara tersebut adalah pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota dan Kabupaten se-Provinsi NTT.


"Acara pengukuhan di Pantai Otan, Desa Otan, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, Jumat (27/8/2021) sore ini ditandai dengan pembacaan dokumen pengukuhan oleh Gubernur Viktor Laiskodat di hadapan seluruh sekretaris daerah yang menjadi Ketua Tim TPAKD Kota /Kabupaten," demikian keterangan di kanal YouTube Media SULUH DESA.

Karena kerumunan tersebut diduga terjadi kala beberapa daerah NTT masih menerapkan PPKM Level 3 dan 4, pihak kepolisian pun diminta untuk segera menyelidiki perkara ini. Hal ini diungkapkan oleh akademisi sekaligus sosiolog Universitas Nusa Cendana Kupang, Dr Lasarus Jehamat.

"Kepolisian di NTT harus melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur NTT maupun panitia penyelenggara kegiatan itu, karena kegiatan yang diikuti banyak peserta itu diduga sudah melanggar protokol kesehatan pencegahan COVID-19," ujar Dr. Lasarus dilansir Antara pada Senin (30/8).

Menanggapi video viral tersebut, Kabid Humas Polda NTT, Kombes Rishian Krisna Budhiaswanto, menyatakan pihaknya akan berkomunikasi dengan instansi terkait. Namun ia enggan menyebutkan nama instansi yang berkaitan dengan perkara ini.

"Menyikapi video viral itu, Polda NTT akan melakukan komunikasi dan koordinasi dengan instansi terkait guna mendapatkan daya dan informasi yang lebih akurat," jelas Rishian kepada Antara.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts