David Noah hanya diwakili sang pengacara dalam mediasi kasus dugaan penggelapan dana milik Lina Yunita. Pihak Lina pun memberikan respon mengenai wacana damai.
- Amelia Nur Fatimah
- Senin, 30 Agustus 2021 - 23:34 WIB
WowKeren - David Albert dan Lina Yunita dijadwalkan hadir untuk mediasi kasus dugaan penggelapan uang sebesar Rp 1,1 M pada Senin (30/8). Sayang keyboardist NOAH itu tidak hadir dalam mediasi tersebut dan hanya diwakili oleh kuasa hkumnya. David mengaku tidak bisa hadir dengan alasan sakit.
Dalam mediasi tersebut, kedua pihak tampaknya punya indikasi untuk memilih jalur damai. Hal itu sesuai dengan instruksi yang dikeluarkan oleh Kapolri, Jendral Listyo Sigit Prabowo. Namun hingga kini, kesepakatan belum terjadi diantara kedua belah pihak.
"Iya, nilai akhirnya (belum ketemu). Dari kepolisian juga, intruksi dari Kapolri, ada restorative justice, dari pihak terlapor juga minta untuk dilakukan itu. Kita menyambut baik kalau memang ada niatan baik dari mereka untuk menyelesaikan, ya Alhamdulillah," ucap kuasa hukum Lina Yunita, Devi Waluyo saat ditemui di Polda Metro Jaya, Senin (30/8).
Ketidakhadiran David dalam mediasi tidak jadi masalah besar bagi Lina Yunita. Hal yang penting adalah uangnya bisa kembali dengan jumlah yang seperti semula dipinjam oleh David NOAH.
"Flu katanya. Hari gini kan ngeri, memang ngeri, mudah-mudahan benar," katanya Devi Waluyo. "Bersyukur, kalau flu kan bahaya," timpal Lina Yunita.
Lina Yunita pun memberikan tenggang waktu hingga hari Jumat mendatang untuk mendapatkan kejelasan dari David NOAH. Ia ingin uangnya bisa dikembalikan secara cash Rp 1,1 miliar.
"Nanti, lihat nanti (pertemuan selanjutnya). Kita mungkin di luar kepolisian, mungkin kita by phone atau WA sama lawyer nya. Mudah-mudahan Jumat itu bisa selesai, bisa perdamaian," papar Devi Waluyo.
"Iya, maksudnya kita diminta untuk berpikir masing-masing, dari pihak sana juga berpikir, dari pihak kami berpikir. Diagendakan hari Jumat," sambungnya.
Seperti diketahui, David NOAH meminjam uang kepada Lina Yunita sebesar Rp 1,1 miliar. Dalam pengakuannya, David meminjang uang tersebut untuk investasi kepada sebuah perusahaan. Sayangnya, hingga beberapa tahun berlalu tidak ada kabar mengenai kelanjutan usaha tersebut maupun uangnya.
(wk/amel)