Kemenkes Tegaskan Data eHAC Tidak Bocor, Begini Penjelasannya
Twitter/KemenkesRI
Nasional
Kebocoran Data Pribadi WNI

Kementerian Kesehatan mengaku telah menerima laporan adanya kerentanan keamanan data eHAC dan melakukan penelusuran. Terungkap bahwa kerentanan tersebut ada di platform mitra.

WowKeren - Kembali kasus kebocoran data dijumpai di Indonesia, kali ini disebut-sebut bersumber dari aplikasi eHAC Kementerian Kesehatan. Padahal aplikasi ini merupakan salah satu penunjang untuk beraktivitas di tengah pandemi COVID-19, terutama untuk melakukan perjalanan tertentu.

Kemenkes pun segera buka suara perihal insiden ini. Dan dalam pernyataan terbarunya, Kemenkes menegaskan bahwa tidak terjadi kebocoran data dalam sistem elektronik eHAC maupun mengalir ke platform mitra.

"Sedangkan data masyarakat yang ada pada platform mitra adalah tanggung jawab penyelenggara sistem elektronik," tegas Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenkes, dr Anas Maruf, MKM, pada Rabu (1/9). "Sesuai dengan amanah UU Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)."

Anas pun menjelaskan bahwa pihaknya benar menerima informasi soal adanya kerentanan di platform eHAC, sebagaimana dilaporkan vpnMentor. Anas mengungkap bahwa laporan tersebut juga telah diverifikasi oleh Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) dan diterima Kemenkes pada 23 Agustus 2021.


Setelah menerima laporan tersebut, Kemenkes segera melakukan penelusuran dan memang menemukan kerentanan yang dimaksud di platform mitra eHAC. "Kementerian Kesehatan langsung melakukan tindakan dan kemudian dilakukan perbaikan-perbaikan pada sistem mitra tersebut," jelas Anas dalam konferensi pers daringnya.

Kemenkes pun segera melakukan mitigasi keamanan siber terkait temuan ini, termasuk berkoordinasi dengan beberapa pihak. Yang dimaksud meliputi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), BSSN, dan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Koordinasi dimaksudkan untuk memastikan bahwa kerentanan tidak ditemukan di platform eHAC.

Terkait dengan peristiwa ini, Anas mengimbau supaya masyarakat beralih menggunakan aplikasi PeduliLindungi yang sudah terintegrasi dengan fitur terbaru eHAC. "Platform PeduliLindungi ini tersimpan di Pusat Data Nasional dan sudah dilakukan IT security assessment oleh BSSN," tutur Anas.

Insiden ini juga diharapkan Anas tidak membuat publik khawatir untuk memanfaatkan dan menggunakan sistem informasi terkait dengan upaya pengendalian pandemi COVID-19. Sementara itu, sebelumnya baik Kemenkes maupun Kemenkominfo sudah menegaskan bahwa dugaan kebocoran data eHAC tak terkait dengan PeduliLindungi.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts