Kebocoran eHAC Dinilai Bikin Malu RI, Kominfo Tegaskan Data PeduliLindungi Aman
play.google.com
Nasional

Data pribadi penggunaan eHAC dikabarkan bocor sehingga memicu kekhawatiran terhadap keamanan PeduliLindungi. Kementerian Kominfo pun memberi penjelasan seperti berikut.

WowKeren - Kasus kebocoran data kembali terjadi di Indonesia. Pasca ratusan juta data pengguna Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan serta data nasabah BRI Life yang bocor di forum peretas, kini data pengguna aplikasi eHAC Kementerian Kesehatan yang didera isu serupa.

Situasi ini pun tidak dipandang remeh oleh Pakar Keamanan Siber, Alfons Tanujaya, yang bahkan mengklaim insiden ini mencoreng muka Indonesia di mata internasional. "Karena eHAC diwajibkan untuk diinstal bagi orang asing yang masuk ke Indonesia. Artinya, kita menyertakan bertanggung jawab dan mampu mengamankan informasi yang diberikan," jelas Alfons kepada Suara, Selasa (31/8).

Apalagi karena beredar kabar tim IT Kemenkes dan Computer Emergency Response Team (CERT) Indonesia sudah diperingatkan soal peluang kebocoran data yang terjadi namun tidak ada tanggapan. "Catatan merah juga perlu diberikan kepada tim IT Kemenkes yg dikontak tapi tidak ada tanggapan sampai berminggu-minggu. Demikian juga CERT Indonesia yg di kontak dan diinformasikan tetapi tidak memberikan tanggapan sama sekali pada waktunya," tegasnya.

Kebocoran data yang sudah terjadi beberapa kali hanya dalam rentang kurang dari dua tahun ini pun membuat banyak pihak kian meragukan kemampuan Indonesia mengamankan data para pengguna aplikasi digital. Kekhawatiran pun ikut merambat kepada para pemakai aplikasi PeduliLindungi yang bahkan kini seolah menjadi syarat wajib untuk hidup "berdampingan" dengan wabah COVID-19.


Kendati demikian, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menegaskan bahwa data pengguna PeduliLindungi saat ini terlindungi. Kominfo menegaskan bahwa insiden kebocoran data eHAC tidak mempengaruhi data yang terintegrasi di aplikasi PeduliLindungi.

"Dugaan insiden kebocoran data pribadi ini tidak mempengaruhi keamanan data pada aplikasi eHAC yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi," ujar Juru Bicara Kemenkominfo, Dedy Permadi, dalam keterangan yang diterima CNN Indonesia pada Selasa (31/8) malam. "Di mana penyimpanan data telah dilakukan di Pusat Data Nasional (PDN)."

Dalam keterangannya, Dedy pun sudah melakukan pertemuan dengan Kemenkes dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk merespons dugaan kebocoran data pribadi eHAC. Kominfo pun menegaskan sudah mengambil berbagai upaya untuk merespons dugaan kebocoran data pribadi penggunaan aplikasi eHAC.

"Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, Kementerian Kominfo bersama dengan pihak-pihak terkait akan melanjutkan investigasi lebih mendalam terhadap dugaan insiden kebocoran data pribadi pada aplikasi eHAC," terang Dedy. Pada kesempatan tersebut, Kominfo dan BSSN sudah menyampaikan beberapa poin untuk ditindaklanjuti Kemenkes termasuk terkait keamanan sistem elektronik.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts