Warga sempat berebut untuk mendapat bingkisan yang dibagikan oleh rombongan Presiden kala Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Cirebon, Jawa Barat, pada Selasa (31/8).
- Bertilia Puteri
- Jumat, 03 September 2021 - 09:43 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Cirebon, Jawa Barat, pada Selasa (31/8). Dalam kesempatan tersebut, masyarakat berdesakan untuk mendapatkan bingkisan bantuan yang dibagikan oleh rombongan presiden.
Bingkisan tersebut dibagikan dari dalam sebuah minibus usai mobil Presiden melintas. Warga yang berada di pinggir jalan pun langsung berlarian untuk berebut mendapat bingkisan bantuan tersebut. Sejumlah orang bahkan sempat terjatuh.
Cara rombongan Presiden membagikan bingkisan bantuan tersebut lantas dikritik oleh anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PKS, Alifudin. Menurutnya, cara pembagian tersebut tidak etis dan telah menimbulkan kerumunan.
"Gaya atau cara melempar sembako ke rakyat itu kurang etis. Baiknya, ketika niat yang baik untuk berbagi, juga diiringi dengan cara yang baik juga," tutur Alifudin dalam keterangannya, Kamis (2/9).
Presiden Jokowi dan pemerintah dimintanya untuk memperbaiki tata cara pembagian bingkisan bantuan. "Maka, baiknya Presiden Jokowi dan lingkarannya memperbaiki hal itu. Karena seorang presiden akan menjadi panutan," kata Alifudin.
Sementara itu, pembagian bingkisan bantuan ini juga sempat ditanggapi oleh Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman. Menurut Fadjroel, Jokowi tak pernah berniat mengumpulkan massa.
"Itu biasanya tergantung protokol dari istana itu sendiri. Tapi pasti tidak ada niat untuk mengumpulkan orang," jelas Fadjroel di Makassar.
Fadjroel menilai warga yang berkumpul kala Jokowi berkunjung ke Cirebon merupakan bentuk keinginan rakyat untuk melihat Presiden dari dekat. Fadjroel menyinggung soal kharisma Jokowi.
"Presiden Jokowi tidak pernah berniat mengumpulkan massa. Tapi kan, kharisma beliau itu kan tiba-tiba bisa muncul begitu," ujar Fadjroel. "Tetapi, Presiden selalu mengingatkan dalam setiap kunjungan diupayakan fokus untuk protokol kesehatan."
Jokowi sendiri disebut Fadjroel selalu mematuhi protokol kesehatan. Apalagi Presiden Jokowi yang memutuskan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
"Sepanjang saya tahu, beliau itu orang yang taat pada semua peraturan yang sudah ditetapkan," pungkas Fadjroel.
(wk/Bert)