Penurunan Kasus COVID-19 RI Buat Malaysia 'Iri', Kemenkes Sebut Berkat PPKM
pixabay.com
Nasional

Kasus COVID-19 RI yang turun terus menerus meski tidak pernah menerapkan lockdown, tampaknya membuat negara tetangga merasa heran. Hal ini pun telah mendapat respons dari Kemenkes RI.

WowKeren - Belakangan, kasus COVID-19 di Indonesia terus menerus mengalami penurunan. Hal ini tampaknya membuat negara tetangga yakni Malaysia merasa heran dengan laju perkembangan COVID-19 RI.

Adapun hal yang membuat Malaysia heran adalah dikarenakan Indonesia tidak pernah menerapkan penguncian wilayah atau lockdown, tetapi angka kasus COVID-19 bisa turun terus menerus. Jumlah total kasus COVID-19 RI sendiri dalam sepekan terakhir diketahui telah turun sekitar 58 persen dibanding sebelumnya.

Perbaikan kondisi COVID-19 di Indonesia itu pun membuat pemimpin Partai Aksi Demokratik (DAP) Malaysia, Lim Kit Siang turut menyinggung Menteri Kesehatan (Menkes) Malaysia, Khairy Jamaluddin. Melansir Malaymail, Lim menilai Khairy belum mampu menurunkan angka kasus COVID-19 di negaranya hanya dengan program vaksinasi.

Menanggapi keheranan Malaysia, Siti Nadia Tarmizi selaku Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut penurunan COVID-19 di Indonesia itu berkat sinergi antara pemerintah dengan masyarakat dalam mematuhi aturan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level.


Selain itu, Nadia juga menuturkan bahwa program percepatan vaksinasi COVID-19 juga menjadi salah satu faktor yang membantu menekan laju perkembangan kasus di Indonesia. Meski demikian, pihaknya selalu menegaskan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) meski telah divaksin penuh.

"Itu terjadi terutama kebijakan PPKM, tetapi yang penting adalah dukungan dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat," ungkap Nadia kepada CNNIndonesia.com, Minggu (5/9). "Termasuk juga para ahli seperti epidemiolog, klinisi, organisasi profesi, dan organisasi masyarakat."

Lebih lanjut, Nadia menerangkan bahwa penurunan kasus COVID-19 di Indonesia juga terkait dengan strategi dan upaya adaptif yang cepat dari fasilitas pelayanan kesehatan dan pelayanan isolasi terpusat. Kemudian juga adanya komitmen dari para tenaga kesehatan yang turut menjadi penyokong keterisian rumah sakit yang berkurang, seiring dengan jumlah pasien sembuh meningkat.

Strategi yang dimaksud Nadia adalah seperti penambahan tenda daruray di Instalansi Gawat Darurat (IGD), pembangunan rumah sakit darurat, hingga rekrutmen tenaga kesehatan di tengah risiko penularan COVID-19 yang kala itu masih tinggi. "Walaupun ditambah risiko penularan tinggi, menghadapi situasi kasus banyak dalam waktu singkat para nakes tetap berupaya memberikan upaya terbaik," pungkas Nadia.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait