Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Disambut Kerabat, Mimpi Bebas Tahun 2022 Hangus Terbakar
Unsplash/Ye Jinghan
Nasional
Kebakaran Lapas Tangerang

Kebakaran yang terjadi di blok khusus tahanan narkotika tersebut menewaskan 41 orang. Kerabat korban jiwa pun telah berdatangan untuk mengurus pemulangan jenazah.

WowKeren - Kebakaran hebat terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang pada Rabu (8/9) dini hari. Kebakaran yang terjadi di blok khusus tahanan narkotika tersebut menewaskan 41 orang.

Kerabat korban pun telah berdatangan ke Posko Ante Mortem di Lapas Kelas I Tangerang untuk mengurus pemulangan jenazah. Ada pula kerabat yang mendatangi RSUD Tangerang dan Posko Ante Mortem di Rumah Sakit Bhayangkara Tk.I R. Said Sukanto di Jakarta Timur.

Salah satunya adalah wanita bernama Lilis yang kakaknya menjadi salah satu korban jiwa peristiwa nahas tersebut. Kakak Lilis yang bernama Mashuri adalah tahanan kasus narkoba yang telah menjalani hukuman penjara selama kurang lebih tujuh tahun.

Lilis menangis usai mendapat kepastian dari Posko Ante Mortem bahwa Mashuri menjadi salah satu korban jiwa kebakaran tersebut. "(Saya) adik kandung dari korban. Sudah dapat dari dalam (Posko Ante Mortem), katanya kakak saya menjadi salah satu korban," ujar Lilis dilansir CNN Indonesia.


Sementara itu, seorang pria bernama Iman mengaku sangat terkejut ketika mendengar kabar kebakaran dari anaknya yang turut menghuni lapas tersebut. Kerabat Iman yang menjadi korban jiwa kebakaran tersebut, Muhammad Yusuf, divonis 13 tahun penjara dan rencananya akan menghirup udara bebas pada tahun 2022.

"Saya dapat kabar pas Salat Subuh, dapat kabar dari anak saya yang di LP sana juga kalau tempatnya kebakaran. Terus dia nangis bilang kayaknya tempat Uwa terbakar," jelas Iman.

Nasib yang sama juga dialami oleh keluarga korban kebakaran bernama Angeline. Menurut Angeline, anggota keluarganya yang bernama Petra seharusnya bebas tahun depan, namun justru menjadi salah satu korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini.

"Dia mau keluar penjara bulan Februari 2022 dapat potongan remisi," kata Angeline.

Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Banten Kementerian Hukum dan HAM, Agus Toyib, menyatakan bahwa ke-41 narapidana tersebut meregang nyawa karena tak bisa keluar dari sel yang terkunci. Terkait hal ini, Menkumham Yasonna Laoly menjelaskan bahwa sel tersebut dikunci sesuai protap lapas.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts