LaporCovid Terima Laporan Ada Penyuntikan Booster Vaksin Diam-Diam Untuk Keluarga Pejabat
AFP/Yonhap
Nasional
Vaksin COVID-19

LaporCovid-19 menerima bukti berupa tangkapan layar undangan penyuntikan booster vaksin untuk keluarga pejabat dan aparat di salah satu perkantoran swasta di Jakarta.

WowKeren - Koalisi Warga LaporCovid-19 mendapat laporan adanya penyuntikan booster vaksin COVID-19 untuk kalangan non tenaga kesehatan. Menurut Ahmad Arif selaku Co-Inisiator LaporCovid-19, penyuntikan booster di sebuah perkantoran swasta di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat tersebut ditujukan untuk keluarga pejabat.

"Kami dapat laporan adanya booster vaksin ketiga untuk keluarga. Ini untuk keluarganya pejabat yah dan aparat, di salah satu perkantoran swasta di Jakarta di Sudirman," ungkap Arif dalam webinar.

LaporCovid-19 menerima bukti berupa tangkapan layar undangan penyuntikan booster vaksin untuk keluarga pejabat dan aparat. Arif pun mengkritik hal tersebut mengingat masyarakat di luar Pulau Jawa kini masih kesulitan mengakses vaksin COVID-19.

"Dan menariknya informasinya itu jangan disebarkan ke orang lain dan seterusnya. Jadi ada diam-diam penggunaan vaksin dosis ketiga untuk kalangan elite yang ini di sisi lain masyarakat di luar Jawa di daerah sangat kesulitan sekali mendapat vaksin," paparnya. "Bahkan di Jawa sendiri masih sangat sulit."


Arif lantas meminta pemerintah untuk benar-benar serius dalam menindaklanjuti dugaan dan laporan penyuntikan booster non- nakes yang mereka terima. Mengingat Kementerian Kesehatan hingga saat ini hanya menentukan booster vaksin untuk kalangan nakes saja.

Sebagai informasi, program booster vaksin COVID-19 untuk nakes dimulai pada 14 Juli 2021 lalu. Sebanyak 1.468.764 orang nakes menjadi target program booster ini.

Meski demikian, vaksinasi dosis ketiga kepada nakes itu baru mencapai 49,94 persen dari target sasaran, selama hampir dua bulan terakhir. Sedangkan pada awal Agustus lalu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin target vaksinasi dosis ketiga terhadap nakes selesai dalam pekan ketiga bulan yang sama.

Meski demikian, untuk vaksinasi COVID-19 dosis pertama terhadap nakes, diketahui telah mencapai 113,19 persen. Vaksinasi dosis kedua mencapai 104,99 persen. Adapun capaian terhadap vaksinasi dosis pertama dan kedua yang lebih dari 100 persen ini lantaran perbedaan antara aktual dan estimasi populasi target.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts