Belum Penuhi Target, Booster Vaksin COVID-19 Kepada Nakes Baru Capai 49 Persen
Instagram/kemenkes_ri
Nasional
Vaksin COVID-19

Hingga saat ini, vaksinasi dosis ketiga bagi para nakes masih dilaksanakan oleh pemerintah. Sebelumnya, Kemenkes telah menargetkan booster nakes akan selesai pada akhir Agustus.

WowKeren - Vaksinasi COVID-19 hingga saat ini masih terus dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia. Di samping itu, pemerintah juga tengah melaksanakan vaksinasi dosis ketiga atau booster bagi tenaga kesehatan (nakes).

Adapun program booster bagi nakes itu dimulai pada 14 Juli lalu. Banyaknya nakes yang menjadi sasaran suntikan dosis ketiga vaksin COVID-19 itu adalah 1.468.764 orang. Akan tetapi, hingga saat ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) baru mencatat ada sekitar 733.053 nakes yang telah mendapat suntikan booster.

Artinya bahwa, vaksinasi dosis ketiga kepada nakes itu baru mencapai 49,94 persen dari target sasaran, selama hampir dua bulan terakhir. Adapun jenis vaksin yang digunakan adalah Moderna, asal perusahaan Amerika Serikat (AS).

Sedangkan pada awal Agustus lalu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin target vaksinasi dosis ketiga terhadap nakes selesai dalam pekan ketiga bulan yang sama. Dengan begitu, capaian saat ini, masih jauh dari target.


Meski demikian, untuk vaksinasi COVID-19 dosis pertama terhadap nakes, diketahui telah mencapai 113,19 persen. Vaksinasi dosis kedua mencapai 104,99 persen. Adapun capaian terhadap vaksinasi dosis pertama dan kedua yang lebih dari 100 persen ini lantaran perbedaan antara aktual dan estimasi populasi target.

Akan tetapi, sangat disayangkan masih ada nakes di sejumlah provinsi daerah di Indonesia yang belum mendapatkan vaksin COVID-19 sama sekali. Berdasarkan data dari Kemenkes per 7 September pukul 18.00 WIB, diketahui ada 10 provinsi yang target vaksinasi dosis pertama nakes belum mencapai 100 persen. Sementara lainnya telah mencapai lebih dari 100 persen.

Sementara untuk cakupan vaksinasi dosis pertama dan kedua vaksin COVID-19 penduduk Indonesia, telah mencapai 105,7 juta dosis per Minggu (5/9). Rinciannya terdiri dari 66,78 juta dosis pertama dan 38,22 juta dosis kedua.

Dengan capaian vaksinasi tersebut, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia menduduki posisi keenam vaksinasi tercepat di dunia. "Indonesia berada di peringkat ke-6 dunia, namun kita tetap harus waspada dan harus berupaya keras untuk percepatan vaksinasi," terang Airlangga di Jakarta, Senin (6/9).

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts