WHO Ternyata Sedang Pantau Varian COVID-19 dari Indonesia, Apa Namanya?
Pixabay
Nasional
COVID-19 di Indonesia

WHO memasukkan varian ini dalam kategori Alert for Further Monitoring, yang menurut Satgas berarti varian yang menunjukkan perubahan karakteristik namun harus dipantau lebih jauh.

WowKeren - Wabah COVID-19, selayaknya penyakit infeksius akibat virus lainnya, juga berhadapan dengan besarnya peluang mutasi. Mutasi yang mudah terjadi pada virus ini bisa memicu timbulnya varian baru yang tentu berpotensi mendominasi penularan dunia, contohnya varian Delta.

Baru-baru ini Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap tiga jenis varian COVID-19 dunia yang terus dipantau oleh Indonesia. Namun ternyata terdapat pula varian virus Corona dari Indonesia yang tengah dipantau oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), apakah itu?

Mengutip situs resmi covid19.go.id, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menjelaskan bahwa WHO selalu aktif memantau varian virus Corona. "Yang memiliki perubahan pada materi genetiknya namun pengaruhnya pada angka kasus di masyarakat belum jelas sehingga perlu penelitian lebih lanjut," tutur Satgas COVID-19 pada Jumat (10/9).

Varian virus Corona yang masuk kategori ini disebut sebagai Alert for Further Monitoring alias patut dipantau lebih jauh. "Salah satunya dari Indonesia yaitu B1.4662 yang ditetapkan pada kategori tersebut pada April 2021," imbuh Satgas COVID-19.


Namun belum banyak keterangan yang bisa dihimpun terkait dengan varian B1.4662 ini. Kendati demikian, di rilis yang sama, Satgas COVID-19 menjelaskan bahwa masyarakat sejatinya harus lebih waspada terhadap varian yang masuk kategori Variant of Concern (VoC).

"Karena sudah terbukti mengalami perubahan karakteristik yang lebih merugikan bagi yang terpapar. Seperti lebih menular, meningkatkan keparahan gejala, menurunkan efektivitas kekebalan tubuh, menurunkan alat diagnostik atau menurunkan efektivitas obat dan terapi," kata Juru Bicara Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, dikutip pada Selasa (14/9).

"Dalam menghadapi VOC, respon yang tepat ialah memperketat kebijakan mobilitas dengan skrining berlapis. Khususnya bagi pelaku perjalanan asal negara dimana varian tersebut ditemukan. Selain itu perlu dilakukan peningkatan kewaspadaan terhadap potensi tertular dengan meningkatkan disiplin prokes dimanapun dan kapanpun kita berada," imbuhnya.

Untuk kategori VoC, terdapat 4 varian yang harus diperhatikan. Yakni A (Alpha) B.1.1.7 yang lebih menular dan menyebabkan keparahan gejala, Beta (B.1.351) dan Gamma (P.1) yang bersifat lebih menular serta meningkatkan risiko kebutuhan perawatan di rumah sakit, dan varian Delta (B.1.617.2) yang bersifat lebih menular juga meningkatkan risiko kebutuhan perawatan di RS termasuk ke yang sudah menerima vaksin.

Kemudian terdapat lagi kategori Variant of Interest (VoI), yang menurut WHO ada lima jenis yang harus diamati yakni Eta (B.1.525), Iota (B.1.526), Kappa (B.1.517.1), Lambda (C.37), dan Mu (B.1621). Namun Menkes Budi Gunadi sendiri menyebutkan 3 jenis varian COVID-19 yang sedang diwaspadai yakni Mu, Lambda, dan C.1.2 Afrika Selatan.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts