Menkes Ungkap 3 Varian 'Ancaman' Baru COVID-19 RI: Lambda, Mu, dan C.1.2 Afsel
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Dalam rapatnya bersama Komisi IX DPR RI pada Senin (13/9), Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkap 3 varian COVID-19 yang tengah diwaspadai karena masuk VoI WHO hingga 'kebal' vaksin.

WowKeren - COVID-19 Indonesia memang sudah melandai hingga pemerintah berani melakukan sejumlah pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Namun meski demikian, pemerintah juga sudah berkali-kali mengingatkan agar masyarakat tidak euforia berlebihan atas melandainya kasus, apalagi karena kini Indonesia sudah kembali memasang mode waspada terhadap sejumlah varian baru virus Corona.

Hal ini seperti disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Budi Gunadi membenarkan bahwa pemerintah tengah mengamati perkembangan tiga varian baru COVID-19 agar tidak masuk ke wilayah Indonesia. Apa saja?

"Sebagai antisipasi, kita mengamati ada tiga varian baru yang kita amati dari dekat," ujar Budi Gunadi dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI, Senin (13/9). "Pertama adalah varian Lambda, kedua varian Mu, dan yang ketiga adalah varian C.1.2."

Lantas apa yang menyebabkan ketiga varian COVID-19 ini harus diwaspadai? Budi Gunadi menjelaskan bahwa varian Lambda dan Mu, yang sama-sama ditemukan di Amerika Selatan, sudah dimasukkan ke kategori Variant of Interest (VoI) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Varian Lambda saat ini, menurut penjelasan Budi Gunadi, sudah menyebar ke 42 negara. Sedangkan penyebaran varian Mu lebih luar biasa lagi, yakni sudah tersebar di 49 negara.


"Kedua varian ini memiliki kemampuan untuk menghindari sistem imunitas atau sistem kekebalan dari tubuh kita," imbuh Budi Gunadi. "Sehingga efektivitas dari vaksin yang diberikan akan menurun terhadap kedua varian ini."

Sementara untuk varian C.1.2, dijelaskan Budi Gunadi, pertama kali berkembang dan menyebar di Afrika Selatan. Varian ini sudah memicu kekhawatiran banyak peneliti karena sejumlah alasan seperti berikut.

"Karena varian ini mutasinya banyak sekali yang sama seperti yang lainnya," terang sang mantan Wakil Menteri BUMN. "Juga mereka dilihat bisa menghindari sistem kerja imunitas kita yang sudah dibentuk berdasarkan varian-varian sebelumnya."

Demi mencegah berkembangnya varian mengkhawatirkan seperti ketiganya, terutama karena Indonesia masih berusaha mengendalikan varian Delta, maka diperlukan pembatasan ketat terutama di perbatasan dan pintu-pintu masuk internasional. Seperti dengan memperketat entry dan exit test, juga mendisiplinkan proses karantina.

Apalagi karena Budi Gunadi juga bercermin dari meledaknya COVID-19 Delta akibat luput menjaga perbatasan dari sisi laut. "Sehingga banyak kapal pengangkut barang yang masuk ke Indonesia dari India krunya, pada saat mendarat diizinkan turun sehingga menularkan," pungkas Budi Gunadi.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts