Hasil Uji Lab Burung Pipit Yang Berjatuhan Di Balkot Cirebon Telah Keluar, Apa Penyebabnya?
Pexels/Aleksandar Pasaric
Nasional

Fenomena burung pipit yang berjatuhan secara massal di area Balai Kota Cirebon beberapa waktu lalu, telah diuji lab oleh pihak terkait. Lantas bagaimana dengan hasilnya?

WowKeren - Beberapa waktu lalu, fenomena burung pipit berjatuhan terjadi di Balai Kota (Balkot) Cirebon, Jawa Barat (Jabar). Kemudian, pihak terkait melakukan uji sampel untuk mencari penyebab pasti dari fenomena tersebut.

Kini, hasil uji lab sampel burung pipit yang jatuh di Balkot Cirebon telah keluar. Berdasarkan rapid test Avian Influenza dan pengujian PCR untuk flu New Castle (ND), menunjukkan hasil negatif atau tidak terpapar oleh virus.

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jabar berkoorrdinasi dengan DKPP Cirebon, Rumah Sakit Hewan Provinsi Jabar, dan Balai Kesehatan Hewan dan Kemasvet di Losari Subang untuk memeriksa burung pipit mati massal di Balkot Cirebon. Hal ini disampaikan oleh Kepala DKPP Jabar, Jafar Ismail.

"Tim dari Subang dan Cirebon langsung turun ke lapangan untuk memeriksa," terang Jafar kepada detik.com, Kamis (16/9). "Informasi yang dikumpulkan burung pipit ditemukan mati jam setengah tujuh di bawah pohon sawo kecil yang menjadi sarang burung pipit."


Lebih lanjut, Jafar mengatakan bahwa burung pipit yang mati massal beberapa waktu lalu itu, berasal dari sarang yang berada di pohon sawo area Balkot Cirebon. Sedangkan burung pipit yang bersarang du sela-sela celah bangunan di balai kota cenderung sehat.

Jafar menuturkan bahwa sebelumnya memang terjadi hujan dari pagi sampai siang. Setelah itu, sampel burung pipit yang mati dan hidup itu dikumpulkan dan diuji di laboratorium Subang.

"Uji Patalog ada pendarahan pada kepala burung kemungkinan akibat jatuh dari pohon, kemudian pada organ dalam tidak menunjukkan ada perubahan," pungkas Jafar. "Jadi bukan karena Avian Influenza, kemungkinan dari fenomena alam yang ekstrem itu kesimpulan sementara, karena uji bakteriologis masih belum kita terima hasilnya."

Jafar kemudian menjelaskan bahwa burung pipit merupakan hewan yang tinggal secara berkoloni di pohon. Saat itu, ada pegawai Balkot Cirebon yang menemukan burung pipit masih hidup dalam keadaan basah kuyup, kemudian dikeringkan, setelah itu bisa terbang kembali.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts