Setelah menjalani operasi karena pendarahan otak, Tukul Arwana tengah dalam perawatan intensif di rumah sakit. Belum boleh menjenguk sang ayah, begini perasaan putra bungsunya.
- Intan Maharani
- Selasa, 28 September 2021 - 20:10 WIB
WowKeren - Meski sudah dikabarkan membaik, Tukul Arwana masih harus istirahat total dan berada di bawah pantauan tim dokter Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON), Cawang, Jakarta Timur. Hingga saat ini, pelawak sekaligus presenter tersebut belum boleh dijenguk sama sekali.
Melihat kondisi sang ayah, sang manajer Rizki Kimon menyebutkan bahwa anak-anak Tukul Arwana sangat sedih. Melansir dari Suara, putra bungsunya lebih sedih karena belum diizinkan untuk datang ke rumah sakit.
"Semua putra-putrinya ya pasti sedih. Apalagi memang yang paling kecil sedih lihat kondisi ayahnya yang sakit," ungkap Rizki Kimon ketika ditemui di Rumah Sakit PON pada Selasa (28/9).
Lantaran masih dianggap anak-anak, putra bungsu Tukul Arwana yang bernama Wahyu Jovan Utama belum menjenguk ayahnya sama sekali. "Cuma kalau putranya yang kecil kan masih belum boleh," tambahnya.
Hingga saat ini Rizki Kimon lah yang menjadi penyambung komunikasi antara anak-anak dan pihak rumah sakit. Wahyu yang merindukan ayahnya selalu diberi kabar oleh sang kakak, Ega Prayudi atau Rizki mengenai kondisi sang ayah yang kini sedang terbaring lemah. Komunikasi mereka berlangsung melalui video call
Di sisi lain, kondisi kesehatan Tukul Arwana terus menunjukkan kemajuan per hari ini. Berdasarkan keterangan Rizki Kimon, mantan pembawa acara "Bukan Empat Mata" itu sudah bisa merespons ucapan dokter.
"Sekarang kalau diperintah untuk respons. Misalkan angkat tangan, gerakan kaki, udah respons. Berangsur sudah membaik," bubuh Rizki Kimon.
Seperti diketahui, Tukul Arwana dilarikan ke rumah sakit karena mengalami pendarahan otak dan langsung menerima tindakan operasi. Sejak Rabu (22/9), salah satu anggota grup lawak legendaris Srimulat itu menjalani perawatan intensif. Setelah ditangani, tim dokter menyimpulkan bahwa pendarahan otak Tukul terjadi karena hipertensi.
(wk/inta)