Pemerintah kini tengah mengupayakan untuk mencegah varian COVID-19 dari luar negeri, seperti Mu masuk ke Indonesia. Pemerintah tak ingin lagi 'kebobolan' seperti varian Delta.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Rabu, 29 September 2021 - 13:37 WIB
WowKeren - COVID-19 disebut akan terus bermutasi dan muncul varian-varian baru. Seperti yang diketahui, sudah ada beberapa jenis varian COVID-19 di Indonesia, seperti Delta.
Kini, pemerintah terus berupaya untuk mencegah agar tidak ada varian baru COVID-19 yang masuk ke Indonesia dan menyebar seperti Delta. Belakangan ini, muncul kembali varian COVID-19 yakni Mu.
Badan Intelijen Negara (BIN) baru-baru ini meluncurkan sebuah aplikasi yang bertujuan untuk mengantisipasi masuknya varian COVID-19 ke Indonesia. Aplikasi ini diklaim mampu mendeteksi seluruh varian COVID-19, termasuk Mu.
Adapun BIN meluncurkan aplikasi pendeteksi varian COVID-19 itu pada Rabu (29/9) hari ini, dalam kegiatan vaksinasi pelajar di SMKN 1 Cibinong. Peluncuran aplikasi ini pun dihadiri oleh Ketua DPR Puan Maharani.
Aplikasi yang diluncurkan oleh BIN itu diberi nama TangkalCOVID-19.id. Aplikasi ini disebut mampu mendeteksi varian COVID-19di tiap kabupaten/kota. Akurasi dalam sistem aplikasi tersebut mencapai 95 persen.
Lebih lanjut, dalam aplikasi tersebut juga diperkaya dengan informasi mengenai varian COVID-19 seperti Alpha, Beta, Delta, serta Mu. Varian Mu ini sendiri saat ini tengah diawasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kepala BIN, Jenderal Purn Budi Gunawan menuturkan bahwa peluncuran aplikasi TangkalCOVID-19.id merupakan langkah nyata penanganan COVID-19, selain program vaksinasi door to door. "BIN sebagai garda terdepan untuk mengantisipasi ancaman pandemi serta dalam rangka menjalankan amanat UU 17 tahun 2021 tentang intelijen negara," jelas Budi.
Budi menerangkan bahwa aplikasi TangkalCOVID-19.id diharapkan bisa mengedukasi masyarakat untuk mengkampanyekan kepatuhan protokol kesehatan. Selain itu, aplikasi tersebut juga bertujuan untuk mengantisipasi terbentuknya klaster baru COVID-19.
"Semua upaya anak bangsa ini dipersiapkan guna mendukung Indonesia dalam rangka transisi dari status pandemi menjadi endemi," tandas Budi.
Sementara mengenai kondisi COVID-19 di Indonesia sendiri telah mengalami perbaikan. Selain itu, juga terjadi tren penurunan yang angka positif atau positivity rate berada di bawah ambang batas WHO yakni 5 persen.
(wk/tiar)