Sebelumnya, perwakilan dari mantan pegawai KPK telah bertemu dengan pihak Polri terkait dengan tawaran Kapolri. Kini, pihak 57 pegawai KPK itu memberi sinyal hijau atas tawaran untuk menjadi ASN Polri.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Rabu, 06 Oktober 2021 - 13:32 WIB
WowKeren - Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dipecat pada 30 September lalu lantaran dinyatakan tidak lulus atas Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) mendapat tawaran dari Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk bergabung dengan Polri. Sebelumnya, beberapa perwakilan dari 57 pegawai yang dipecat telah menemui pihak Polri.
Terbaru, Hotman Tambunan selaku Juru Bicara (Jubir) 57 pegawai KPK tersebut menuturkan bahwa pihaknya siap berkontribusi di Polri dalam rangka memberantas korupsi. Hal ini disampaikan Hotman dalam keterangan tertulis kepada CNNIndonesia.com.
"Semua pada posisi kita ini bekerja di KPK dengan niatan pemberantasan korupsi dan jika diminta menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di kepolisian, ya harus bisa berkontribusi di bidang itu," terang Hotman, Rabu (6/10).
Hotman yang juga merupakan mantan Kepala Satuan Tugas Pembelajaran Antikorupsi KPK ini menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan kesatuan dari sikap 57 pegawai lembaga antirasuah yang dipecat Firli Bahuri. "Ya, (siap berkontribusi di Polri) karena kan kemampuan dan keahlian kami hanya di situ," imbuh Hotman.
Meski demikian, Hotman menuturkan bahwa pihaknya masih menunggu detail menjadi ASN Polri yang kini tengah dalam pembahasan berdama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), beserta tim ahli untuk memastikan mekanisme sesuai ketentuan yang berlaku.
Lebih lanjut, Hotman menerangkan bahwa pihaknya tidak serta merta menerima tawaran dari Listyo untuk menjadi ASN Polri begitu saja. Tetapi pihaknya juga mementingkan mekanisme sesuai ketentuan, terlebih lagi di bidang pemberantasan korupsi, ada syaratnya.
Di sisi lain, Hotman beserta mantan pegawai KPK lainnya masih menunggu undangan dari Tim Polri untuk membahas mengenai rekrutmen tersebut pada pertemuan selanjutnya. Pada pertemuan Senin (4/10) lalu, disebut belum membahas secara detail dan spesifik mengenai tawaran sebagai ASN Polri.
Hotman mengungkapkan bahwa pertemuan itu hanya sebatas perkenalan dan membicarakan seputar alih status melalui asesmen TWK yang lalu. Setelah itu, hingga kini belum ada undangan lagi.
(wk/tiar)