Penerbangan Internasional Bali Mulai Buka 14 Oktober, 2 Ribu Wisman Diprediksi Masuk RI
Unsplash/Artur Tumasjan
Nasional
Efek Corona untuk Pariwisata

Dinas Pariwisata Bali lantas memprediksi jumlah wisatawan mancanegara (wisman) akan mencapai 1.000 hingga 2.000 kala penerbangan internasional kembali dibuka.

WowKeren - Bandara Ngurah Rai Bali akan kembali dibuka untuk penerbangan internasional mulai 14 Oktober 2021 mendatang. Keputusan ini telah diumumkan oleh Koordinator PPKM Level Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan pada Senin (4/10) lalu.

Dinas Pariwisata Bali lantas memprediksi jumlah wisatawan mancanegara (wisman) akan mencapai 1.000 hingga 2.000 kala penerbangan internasional kembali dibuka. "Kita enggak bisa membayangkan seperti apa (jumlah besaran wisman) yang akan datang. Tapi skenario kita sekitar 1-2 ribu dulu," tutur Kepala Dinas Pariwisata Bali, Putu Astawa, pada Rabu (6/10).

Menurut Astawa, pihaknya bersama Satgas COVID-19 Bali dan pihak pengusaha masih menyusun buku panduan untuk wisman. Dengan demikian, para pelancong asing tersebut bisa langsung memahami prosedur protokol kesehatan setibanya mereka di Bali.

Seluruh pihak, baik masyarakat, turis, hingga pelaku pariwisata, diharap tidak terlalu euforia dengan pembukaan penerbangan internasional ini. Mereka diharapkan dapat terus menerapkan protokol kesehatan. Astawa tak mau terjadi lonjakan kasus COVID-19 hingga membuat pemerintah pusat kembali menutup pariwisata.


"Lebih-lebih di tahun 2022 kita ada event yang lebih penting (G20) untuk bisa dilaksanakan. Sebagai trial di awal ini jangan sampai euforia pembukaan ini melupakan seolah-olah tidak ada COVID-19," katanya. "Ini yang harus diwaspadai, ya. Kita tetap waspada dan mitigasi, jangan sampai terjadi penularan atau varian baru masuk ke kita, itu yang harus diketahui seluruh pihak."

Sebelumnya, Luhut telah mengungkapkan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi pelaku perjalanan internasional yang hendak masuk ke Bali mulai 14 Oktober 2021. Salah satunya adalah memiliki bukti pemesanan hotel untuk karantina minimal delapan hari dengan biaya sendiri.

Pembukaan penerbangan internasional di Bali ini juga sempat "dibocorkan" oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Uno. "Sesuai arahan dari Pak Luhut, kita akan persiapkan pada Oktober 2021," tutur Sandiaga dalam siaran persnya, 24 September 2021 lalu.

Kala itu, Sandiaga mengungkap ada tiga lokasi percontohan yang sudah disiapkan sebagai pilot project, yakni Sanur, Ubud, dan Nusa Dua. Ketiganya merupakan green zone di Bali, yang akan terus dilengkapi pengamanannya dengan CHSE dan PeduliLindungi.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts