Dampak Dari Pandemi COVID-19 Disebut Memicu Angka Perceraian Di Palembang Meningkat
Unsplash/Afif Kusuma
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Dampak dari pandemi COVID-19 yang menyebabkan perekonomian nasional melemah, tampaknya juga berpengaruh ke kehidupan rumah tangga masyarakat Indonesia, seperti yang terjadi di Palembang.

WowKeren - Pandemi COVID-19 yang menyerang Indonesia selama hampir 2 tahun ini menimbulkan banyak dampak bagi kehidupan masyarakat. Selain membuat perekonomian nasional mengalami kegoyahan, tampaknya juga mempengaruhi kehidupan rumah tangga masyarakat.

Seperti yang terjadi di Kota Palembang. Selama pandemi berlangsung, angka gugatan perceraian disebut meningkat hingga 70 persen sepanjang 2021. Adapun faktor utama dalam perceraian yang terjadi kebanyakan adalah permasalahan ekonomi.

Berdasarkan data Pengadilan Agama Kelas IA Palembang, diketahui ada sekitar 2.500 pasangan yang sudah mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama setempat. Dibandingkan dengan jumlah gugatan tahun lalu, angka pengajuan cerai tahun 2021 ini meningkat pesat.

Setiap bulannya, rata-rata dokumen yang masuk ke Pengadilan Agama sebanyak 250 hingga 300 berkas. Artinya bahwa dalah satu hari ada sekitar 10 orang yang mengajukan gugatan cerai.


Jack Laymar Putra selaku Humas sekaligus panitera Pengadilan Agama Kelas IA Palembang, menuturkan bahwa kasus perceraian yang masuk didominasi oleh pasangan usia muda yakni berkisar usia antara 25 hingga 40 tahun. Faktor utama yang tinggi alasan perceraian itu adalah masalah ekonomi.

Menurut Jack, dengan adanya penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Palembang itu semakin membuat ekonomi masyarakat terpukul. Banyak dari mereka yang pendapatannya semakin berkurang, bahkan tidak sedikit pula menjadi korban PHK. "Perbandingan dengan periode sebelumnya itu sebanyak 30-70 persen," ungkap Jack dalam program Headline News Metro TV, Rabu (13/10).

Dengan begini, artinya bahwa pandemi COVID-19 ini memang memicu banyak dampak bagi kehidupan masyarakat. Tidak hanya berdampak ke kehidupan secara nasional atau global, tetapi juga per individu masyarakat.

Maka dari itu, pemerintah Indonesia berupaya dan mengerahkan segala kemampuannya untuk bisa segera keluar dari pandemi. Adapun langkah yang telah ditempuh sejauh ini adalah memaksimalkan percepatan vaksinasi COVID-19, memberi bantuan sosial (bansos) terhadap masyarakat yang khususnya terdampak langsung pandemi.

Dengan segala upaya yang telah dilakukan itu, pemerintah berharap agar bisa sedikit membantu kehidupan masyarakat. Kemudian bisa secepatnya keluar dari pandemi.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts