Jelang Musim Hujan, Target Anies Baswedan Hadapi Banjir: Tak Ada Korban Jiwa Dan Surut Dalam 6 Jam
Nasional

Menjelang musim hujan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tengah mempersiapkan segala kebutuhan untuk mengatasi banjir. Seperti yang diketahui, setiap kali musim hujan datang, banjir pun terjadi di Ibu Kota.

WowKeren - Setiap musim hujan melanda DKI Jakarta, kemungkinan terbesar, ibu kota akan mengalami banjir. Maka dari itu, pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, termasuk di antaranya Gubernur Anies Baswedan mempersiapkan segala kebutuhan menjelang musim hujan.

Anies sendiri menargetkan tidak ada korban jiwa akibat banjir saat musim hujan melanda DKI Jakarta nantinya. Selain itu, ia juga menargetkan agar genangan air ketika banjir terjadi, bisa surut dalam kurun waktu 6 jam usai hujan.

"Apa indikator keberhasilan operasi ini? Indikatornya satu, tidak ada korban jiwa, musim hujan boleh datang pergi, tapi jangan sampai menyisakan kematian karena hujan," terang Anies saat Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (13/10).

Lebih lanjut, Anies menuturkan bahwa penyebab kematian paling banyak saat musim hujan adalah akibat korsleting listrik. Maka dari itu, ia meminta jajarannya untuk melakukan antisipasi. Ia ingin seluruh jajarannya itu memastikan dalam fase siaga, pengamanan dilakukan.


"Ada kasus hanyut, jarang tapi bisa terjadi," papar Anies. "Informasikan kepada semua, itu target pertama, KPI (Key Performance Indicator) pertama, bahwa tidak ada korban jiwa, seluruh warga selamat di masa bila sampai terjadi genangan."

Sementara mengenai target genangan bisa surut dalam 6 jam, kata Anies, target itu dihitung setelah hujan berhenti ataupun setelah air sungai Jakarta telah kembali ke posisi normal. Ia mengungkapkan bahwa DKI Jakarta memiliki drainase yang mampu menampung air maksimal 100 milimeter per hari.

Apabila terjadi hujan dengan curah tinggi, kata Anies, maka drainase di Jakarta tidak akan bisa menampung air. Seperti yang terjadi saat musim hujan pada Februari kemarin, curah hujan lebih dari 250 mm per hari. Saat itu, memang curha hujan ekstrem, sehingga begitu berhenti, memiliki waktu 6 jam untuk memastikan kering, kemudian mengerahkan semua pompa mobile, pompa pemadam kebakaran, seluruh pompa itu untuk menarik air.

"Begitu juga dengan sungai, kapasitas sungai Ciliwung 600 meter kubik per detik, apabila air yang melewati sungai Ciliwung di atas 600 meter kubik, pasti kanan kiri akan terima limpahan air," tandas Anies. "Begitu air kembali pada titik 600, maka dihitung 6 jam harus kering kawasan kanan kiri yang terlewati."

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts