Siapkan Pedoman Penyelenggaraan Hari Besar Keagamaan, Perayaan Ngaben Di Bali Jadi Acuan
AFP/Sonny Tumbelaka
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Upacara Ngaben di Bali menjadi acuan pemerintah dalam mempersiapkan pedoman penyelenggaraan Hari Besar Keagamaan di tengah pandemi. Dalam Ngaben, disebut berhasil menerapkan prokes secara disiplin.

WowKeren - Pemerintah saat ini telah mempersiapkan pedoman untuk merayakan Hari Besar Keagamaan di tengah pandemi COVID-19 seperti sekarang ini. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 dan Duta Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro.

Reisa menerangkan tujuan dibuatnya pedoman itu adalah untuk membatasi risiko penularan COVID-19 di lingkungan masyarakat. Maka dari itu, ia juga menerangkan beberapa hal yang dapat dipelajari dari pelaksanaan acara besar keagamaan Ngaben di Sanur, Bali yang berhasil menerapkan adaptasi kebiasaan baru dengan mengimplementasikan disiplin protokol kesehatan (prokes).

Pertama, kata Reisa, adalah persiapan yang matang agar Satgas COVID-19 setempat dan aparat keamanan dapat terlibat penuh untuk mengantisipasi setiap kemungkinan terjadinya penularan, termasuk mencegah kerumunan. Kedua, memastikan skrining atau tes kesehatan dilakukan kepada semua pihak yang terlibat, dan hanya mengizinkan mereka yang sehat dan sudah divaksinasi saja.


Ketiga, Reisa menuturkan memberlakukan Quick Response (QR) Scan PeduliLindungi di setiap titik masuk acara, penyediaan fasilitas cuci tangan, serta penerapan wajib memakai masker. Keempat, memberi segala petunjuk dan peringatan sikap disiplin prokes di lokasi acara, termasuk di antaranya informasi dari pemandu acara (MC).

"Kelima, pemantauan kesehatan para panitia dan semua yang terlibat," terang Reisa dalam keterangan tertulis, Kamis (14/10). Reisa mengungkapkan bahwa hasil tes COVID-19 dari sebelum hingga sesudah acara Ngaben di Bali itu, menunjukkan 100 persen negatif.

Selain itu, kata Reisa, laporan dari Satgas COVID-19 setempat juga menyatakan bahwa wilayah tempat upacara Palebon atau Ngaben itu sejauh ini tidak terdapat kasus konfirmasi sama sekali, hingga usai 5 hari acara digelar. Menanggapi laporan ini, Reisa menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat.

"Terima kasih kepada keluarga, panitia, masyarakat Sanur dan segenap komponen satgas, Tentara Nasional Indonesia (TNI), polisi dan warga Bali yang mampu membuktikan adaptasi kebiasaan baru, yaitu penegakan disiplin prokes dapat diadopsi di acara besar keagamaan yang sakral,” tandas Reisa.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts