Perkembangan Startup Miliki Nilai Jual, Menlu Ajak Amerika Latin-Karibia Jalin Kerja Sama Bilateral
Instagram/kemlu_ri
Nasional

Maraknya perusahaan rintisan atau biasa disebut dengan startup di Indonesia belakangan ini dinilai memiliki nilai jual. Maka dari itu, Menlu memutuskan untuk mengajak kerja sama bilateral negara regional LAC.

WowKeren - Perkembangan teknologi di Indonesia tidak bisa dipungkiri tumbuh semakin pesat. Dengan perkembangan yang semakin canggih ini turut mempengaruhi ke kehidupan digitalisasi di segala bidang, termasuk perekonomian.

Kini, marak muncul perusahaan rintisan atau yang biasa disebut dengan startup. Perkembangan ekosistem dan jaringan usaha startup sendiri ini disebut memberikan nilai jual yang tidak dimiliki oleh negara lain.

Didasari dengan alasan yang menyebut bahwa perusahaan startup Indonesia memiliki nilai jual itulah membuat Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi mengajak regional Amerika Latin-Karibia (LAC) untuk menjalin kerja sama bilateral di tahun-tahun mendatang. Dalam INA Access yang dihelat secara hybrid oleh Kemenlu RI pada Kamis (14/10), Retno menyampaikan bahwa pertumbuhan ribuan startup yang terus meningkat pada beberapa tahun belakangan ini, merupakan bukti Indonesia dapat bersaing dan berkompeten.


"Lebih dari 2 ribu startup ada di Indonesia. Belum lagi dengan 7 unicorn dan 2 decacorn, ini menunjukkan ekonomi Indonesia yang semakin bertumbuh," papar Retno. "Inilah alasan mengapa kita harus menggunakan kesempatan kerja sama antara Indonesia dan Amerika Latin-Karibia dengan baik."

Senada dengan Retno, Direktur Jenderal Amerika dan Eropa, Ngurah Swajaya juga menyampaikan keoptimisannya atas kerja sama yang dapat melibatkan startup. Menurutnya, dengan adanya startup ini, tingginya permintaan akan barang dan jasa, serta lokasi geografis bukan lagi menjadi penghalang.

Swajaya mengungkapkan bahwa pada pekan lalu, ada unicorn baru yang diresmikan. Dengan begitu, pada tahun 2021 ini, pihaknya optimis ada lagi yang berikutnya. "Dengan basis digital yang kuat, startup dapat membantu banyak kebutuhan kerja sama antara dua negara atau lebih, secara internasional,” papar Swajaya.

Melihat peluang yang terbuka lebar itu, Swajaya mendukung negara-negara dalam regional LAC untuk bisa menilik lebih lanjut mengenai posibilitas kerja sama dalam industri teknologi digital yang ada di Indonesia. Ia bahkan mengatakan bahwa Indonesia bukan hanya bisa menjadi pasar yang strategis, melainkan juga rekan bisnis dan ekonomi yang baik.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts