Ingin Berwisata yang Aman Saat Pandemi COVID-19? Simak Saran dari Epidemiolog Berikut
AFP/Daniel Slim
Nasional
Efek Corona untuk Pariwisata

Tempat wisata dan hiburan telah kembali beroperasi di beberapa daerah, tentu saja dengan protokol kesehatan ketat. Lalu adakah saran agar kegiatan berwisata di tengah pandemi COVID-19 tetap aman?

WowKeren - Indonesia mulai Kamis (14/10) hari ini membuka Bali untuk kedatangan pelaku perjalanan internasional, dengan kata lain siap menyambut kembali bergeraknya roda pariwisata. Di sisi lain, pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) juga membuat beberapa tempat wisata dan hiburan kembali dibuka, meski tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

Lalu adakah kiat agar bisa tetap aman berwisata di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini? Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman, mengungkap tiga unsur yang harus diperhatikan agar kegiatan berwisata tetap aman dilakukan meski pandemi COVID-19.

Unsur pertama, menurut Dicky, dipenuhi oleh pemerintah. Yakni harus menentukan kriteria aman dan tidaknya suatu tujuan wisata, di mana mencakup asal pelaku perjalanan dan kriteria tujuan perjalanan atau wisata yang dilakukan.

"Kriteria aman dalam negeri itu PPKM nya harus ada di level 1 dan 2, dengan test positivity rate di bawah 5%," ujar Dicky kepada Kontan, Rabu (13/10). "Tingkat vaksinasinya sudah 50% bahkan 80%, dan juga penerapan protokol kesehatan yang kuat."


Lalu yang kedua adalah pelaku wisata harus dalam kondisi negatif COVID-19 serta telah melakukan vaksinasi. Hal ini juga harus bisa dibuktikan lewat dokumen yang sah, semata demi menghindari risiko penularan COVID-19 yang sebenarnya masih cukup tinggi di Indonesia.

Sedangkan saran terakhir, menurut Dicky, adalah pelaku wisata memilih lokasi yang berada di luar ruangan alias outdoor. Jauh lebih baik lagi apabila destinasi wisata tersebut menerapkan protokol kesehatan yang sudah teruji aman dan efektif, yang tentu sebelum dibuka harus sudah dipastikan oleh pemerintah dan pengelola.

Dicky juga menyarankan masyarakat untuk tidak membawa anak-anak yang belum divaksin ke tempat wisata. Kemudian bila kondisi tubuh sedang tidak baik, sebaiknya perjalanan liburan ditunda saja.

Untuk pemilihan destinasi wisata, menurut Dicky sebaiknya dipilih yang tidak terlalu ramai dan tidak terlalu jauh dari rumah. Sebab risiko paparan itu semakin tinggi apabila destinasi wisatanya semakin jauh dari rumah.

"Karena kalau dekat dan jarak yang bisa ditempuh dengan mobil, itu jauh lebih baik karena tidak menggunakan transportasi umum," pungkas Dicky. "Tanpa ada transit terlebih dahulu sebelum sampai ke tempat tujuan."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts