Masuk Dalam Daftar Hitam Facebook, Pengacara Habib Rizieq Duga Ada Intervensi Dari Pemerintah
Instagram/ichwan.tuankotta
Nasional

Baru-baru ini, diduga ada nama-nama yang masuk ke dalam daftar hitam Facebook, mencuat ke publik. Di antara nama-nama tersebut, salah satunya adalah pengacara Habib Rizieq.

WowKeren - Keberadaan media sosial di Indonesia saat ini sangat diminati oleh masyarakat mulai dari kaum muda hingga dewasa. Adapun salah satu platform media sosial yang banyak diminati oleh masyarakat adalah Facebook.

Meski bebas digunakan untuk mengekspresikan perasaan penggunanya, tetapi ada batasan-batasan yang tidak boleh dilanggar. Baru-baru ini, mencuat kabar bahwa nama pengacara Habib Rizieq yakni Ichwan Tuankotta disebut masuk dalam daftar hitam Facebook yang diduga bocor ke publik. Ichwan diketahui masuk dalam kategori kebencian.

Dalam kategori kebencian daftar hitam Facebook itu, diketahui memuat individu dan organisasi yang dianggap bahaya dan tidak diizinkan Facebook di platform-nya. Menanggapi hal ini, Ichwan justru menduga ada intervensi dari pemerintah Indonesia, sehingga membuat namanya masuk ke dalam daftar hitam Facebook.

Ichwan menduga alasan namanya masuk ke dalam daftar hitam Facebook lantaran kerap kali menyampaikan kritikan yang dianggap sebagai kebencian. "Saya si menyikapinya begini memang itu bentuk dari intervensi pemerintah terhadap Facebook kita," tutur Ichwan kepada Kumparan, Kamis (14/10).


"Jadi di saat kita menyampaikan kritik-kritik pedas terhadap pemerintahan saat ini, terhadap rezim saat ini, itu pemerintah sepertinya tidak berkenan dan sering kemudian untuk melanggengkan kekuasaannya begitu," lanjut Ichwan.

Lebih lanjut, Ichwan menerangkan bahwa seharusnya hal tersebut bukan lah masalah untuk negara demokrasi seperti Indonesia. Menurutnya, kritikan yang disampaikannya itu untuk menjalankan fungsi kontrol terhadap pemerintah.

Menurut Ichwan, pemerintah wajib dikontrol melalui kritikan-kritikan yang dilontarkan masyarakat Indonesia. Ia lantas menekankan jika tidak ingin dikritik, maka jangan menjadi negara demokrasi.

Sebagai informasi, selain Ichwan, tampaknya ada nama-nama lain yang juga masuk ke dalam daftar hitam Facebook. Sebagian besar merupakan mantan anggota FPI seperti Habib Rizieq, Habib Ali Alatas, Muhammad Hanif bin Abdurrahman Alatas, Muhsin Ahmad al Attas, Munarman, Novel Bamukmin, Slamet Ma'arif, Ahmad Sobri Lubis, dan Ja'far Shodiq.

Mengetahui nama-nama tersebut juga masuk ke dalam daftar hitam Facebook, Ichwan menyebut bahwa mereka merupakan orang baik. Selain itu, ia juga menganggap penilaian itu tidak tepat.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts