Perdana Ikut PON, Siswi SMP Ini Kalahkan Seniornya dan Sabet 3 Medali Emas Untuk Jatim
Unsplash
Nasional
PON XX Papua 2021

Gladies Lariesa Garina yang masih duduk di bangku SMP ini memboyong medali emas cabor loncat indah nomor Menara Putri, Papan 3 Meter Putri, dan Papan 1 Meter Putri.

WowKeren - Atlet loncat indah Gladies Lariesa Garina sukses menyabet tiga medali emas untuk Jawa Timur dalam debutnya di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Gladies yang masih duduk di bangku SMP ini memboyong medali emas cabor loncat indah nomor Menara Putri, Papan 3 Meter Putri, dan Papan 1 Meter Putri.

Dalam final Papan 1 Meter Putri yang digelar di Kompleks Stadion Lukas Enembe pada Kamis (14/10) kemarin, Gladies memperoleh nilai tertinggi dengan 281,70 poin. Siswi SMP 40 Surabaya tersebut selalu mendapat nilai tertinggi dalam lima loncatan yang dilakukannya. Loncatan pertama bernilai 50,40; loncatan kedua 58,40; loncatan ketiga 51,70; loncatan keempat 70,50; dan loncatan terakhir 50,60.

Dengan capaian tersebut, Gladies berhasil mengalahkan wakil DKI Jakarta Linadini Yasmin dan Linar Betiliana asal Jawa Timur. Secara keseluruhan, remaja berusia 15 tahun tersebut turun pada tiga nomor di PON Papua dan semuanya berakhir dengan medali emas.

Gladies sendiri mengaku tak menyangka dirinya akan meraih tiga medali emas sekaligus. Mengingat ini merupakan pertama kalinya Gladies mengikuti ajang PON.


"Alhamdulillah, rasanya tidak menyangka karena saya baru pertama kali ikut PON dan berhasil mengalahkan senior-senior saya," ujar Gladien saat ditemui pasca ceremony pengalungan medali, Kamis. "Saya juga enggak menyangka di semua nomor pertandingan yang saya ikuti, saya berhasil dapat emas."

Gadis kelahiran tahun 2006 tersebut mempersembahkan ketiga medali emas yang berhasil dimenangkannya untuk Jawa Timur. Ia menambahkan bahwa prestasi tersebut telah sesuai dengan target.

"Medali ini saya persembahkan pertama untuk Jawa Timur, lalu buat kedua orang tua saya dan sekolah saya," jelasnya.

Di sisi lain, Wakil Presiden Ma'ruf Amin akan menutup PON XX Papua pada Jumat (15/10) hari ini. Upacara penutupan PON XX Papua akan digelar di Stadion Lukas Enembe dengan protokol kesehatan yang lebih ketat.

Panitia membatasi kapasitas penonton yang boleh masuk ke venue, yakni maksimal 25 persen. "Itu sudah termasuk atlet, ofisial, dan tenaga pendukung lain. Semua itu demi mengurangi risiko penularan virus Corona," papar Ketua Panitia Seremoni Penutupan PON XX Papua, M Umar Reliubun.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts