Per Agustus 2021, utang luar negeri Indonesia mencapai USD423,5 miliar atau setara hampir Rp6.000 triliun. Bank Indonesia pun menjabarkannya, termasuk apakah struktur utang itu masih sehat atau tidak.
- Elvariza Opita
- Jumat, 15 Oktober 2021 - 15:34 WIB
WowKeren - Salah satu sumber pembiayaan operasional negara adalah utang yang bisa didapat dari luar negeri. Tak terkecuali Indonesia yang pada akhir Agustus 2021 kemarin ternyata telah mencapai angka USD423,5 miliar. Angka ini setara dengan Rp5.994,64 triliun berdasarkan kurs Kamis (14/10).
"Posisi ULN Indonesia pada akhir Agustus 2021 tercata sebesar USD423,5 miliar atau tumbuh 2,7 persen (yoy / year on year), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 1,7 persen (yoy). Perkembangan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan pertumbuhan ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral)," demikian disampaikan Bank Indonesia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/10).
ULN Indonesia pada dasarnya dibagi dalam 3 kategori, yakni pemerintah, bank sentral, dan swasta. Untuk ULN Pemerintah mencapai USD207,5 miliar atau tumbuh 3,7 persen (yoy), sedikit meningkat dari bulan sebelumnya. Angka ini juga otomatis mencapai hampir setengah dari besaran ULN Indonesia itu sendiri.
"Perkembangan ULN tersebut disebabkan oleh masuknya arus modal investor asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) seiring berkembangnya sentimen positif kinerja pengelolaan SBN domestik," imbuh BI. Bank sentral itu pun menjamin ULN dikelola dengan begitu hati-hati demi mendukung belanja prioritas, di mana manfaat terbesar diserap oleh sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib mencapai 17,8 persen dari total ULN Pemerintah.
Untuk ULN Bank Sentral, menurut BI, mengalami peningkatan walau tak menimbulkan tambahan beban bunga utang. Posisi ULN Bank Sentral per Agustus 2021 adalah USD9,2 miliar yang dimaksudkan untuk mendukung ketahanan dan stabilitas ekonomi sebagai dampak pandemi COVID-19.
Sedangkan untuk ULN Swasta disebut mengalami penurunan sebesar 1,2 persen (yoy), atau tepatnya sebesar USD206,8 miliar. Yang mendominasi untuk ULN Swasta pun merupakan ULN jangka panjang.
Dengan perkembangan besaran utang sampai hampir Rp6.000 triliun seperti itu, BI rupanya masih menilai struktur ULN Indonesia sehat. "Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. ULN Indonesia pada Agustus 2021 tetap terkendali, tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tetap terjaga di kisaran 37,2 persen," jelas BI, meski memang bulan sebelumnya rasio ini lebih rendah yakni 36,6 persen.
"Selain itu, struktur ULN Indonesia tetap sehat," imbuh BI. "Ditunjukkan oleh ULN Indonesia yang tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang, dengan pangsa mencapai 88,5% dari total ULN."
(wk/elva)