Kapolri 'Murka' Banyak Polisi Langgar Aturan, Tegas Ancam Pecat Hingga Beri Sanksi Pidana
Instagram/kepalakepolisian_ri
Nasional

Kapolri Listyo Sigit Prabowo menilai ulah oknum pelanggar aturan, mulai dari yang bersikap arogan hingga melakukan tindakan tak sesuai SOP, sudah merusak marwah institusi Polri.

WowKeren - Beberapa waktu belakangan institusi Polri kerap menjadi sasaran kritik publik. Mulai dari viral tagar "Percuma Lapor Polisi", hingga ada aparat yang membanting demonstran.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo pun akhirnya bersuara terkait dengan berbagai peristiwa tersebut. Usai mengeluarkan telegram berisi arahan, Sigit juga memberikan instruksi tegas melalui sebuah pesan video.

Tak main-main, Sigit menegaskan bahwa anggota kepolisian yang melakukan pelanggaran harus menerima sanksi, baik berupa pidana maupun pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH) alias pemecatan. Sigit pun memberikan wewenang tersebut kepada Kapolres hingga Kapolda.

"Perlu tindakan tegas. Jadi tolong tidak pakai lama, segera copot, PTDH, dan proses pidana. Segera lakukan dan ini menjadi contoh bagi yang lainnya," tegas Sigit dalam video di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (19/10). "Saya minta tidak ada kasatwil yang ragu. Bila ragu, saya ambil alih."


Sang mantan Kabareskrim menilai oknum-oknum anggota kepolisian yang melanggar aturan itu telah mencoreng marwah institusi. Bahkan, sebagai akibatnya, citra polisi yang telah bekerja dengan baik pun ikut rusak akibat ulah segelintir oknum tak bertanggung jawab tersebut.

Misalnya saja polisi-polisi yang bekerja untuk membantu pengendalian wabah COVID-19 hingga memastikan vaksinasi bisa segera terlaksana. Karena itulah, hukuman tegas yang disampaikan Sigit ini diharapkan bisa memberikan efek jera kepada oknum yang sudah menciderai korps bhayangkara.

Pasalnya kelakuan oknum tersebut berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Padahal selama ini institusi sudah mendapatkan tren positif di mata masyarakat.

"Saya tidak mau ke depan masih terjadi hal seperti ini, dan kita harus melakukan tindakan tegas. Karena kasihan anggota kita yang sudah kerja keras, yang capek yang selama ini berusaha berbuat baik, terus kemudian hancur gara-gara hal-hal seperti ini," tuturnya.

"(Di sisi lain) saya berikan apresiasi atas kerja keras, tetap semangat, dan yakini apa yang dilakukan di lapangan benar sesuai SOP," imbuhnya. "Namun, bila ada kesengajaan dan pelanggaran dari oknum yang bisa menjatuhkan marwah institusi, saya minta tak ada keraguan untuk memberikan tindakan tegas."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts