Menko PMK Temukan Ketimpangan Antara Ketersediaan Dengan Kebutuhan Vaksin COVID-19 Di Sultra
https://www.kemenkopmk.go.id/
Nasional
Vaksin COVID-19

Pada pelaksanaan percepatan vaksinasi COVID-19 bagi seluruh masyarakat Indoneisa, di lapangan, ditemukan beberapa kendala, seperti ketimpangan vaksin. Menko PMK menemukan ketimpangan vaksin di Sulawesi.

WowKeren - Pemerintah Indonesia hingga kini masih terus berupaya untuk melaksanakan percepatan vaksinasi COVID-19 bagi seluruh masyarakat. Akan tetapi, di lapangan ditemukan beberapa permasalahan, salah satunya adalah ketimpangan vaksin.

Baru-baru ini, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menemukan adanya ketimpangan jumlah ketersediaan vaksin dengan jumlah yang dibutuhkan di Sulawesi Tenggara (Sultra). Hal ini terungkap kala Muhadjir melaksanakan peninjauan langsung ketersediaan vaksin COVID-19 di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Sultra, Kota Kendari pada Kamis (21/10) kemarin.

Menurut Muhadjir, seharusnya Sultra membutuhkan setidaknya 4 juta dosis vaksin COVID-19 untuk dosis pertama dan kedua, maupun suntikan booster untuk para tenaga kesehatan (nakes). Akan tetapi, hingga saat ini, hanya ada sekitar 1,3 juta dosis vaksin yang baru dikirim ke Sultra. "Jadi masih sangat jauh dari jumlah vaksin yang seharusnya diterima," ungkap Muhadjir dalam keterangan tertulis, Jumat (22/10).


Sementara berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sultra per September 2021, kata Muhadjir, capaian vaksinasi COVID-19 dosis pertama berada di angka 32,36 persen atau 648.011 orang. Sedangkan untuk dosis kedua mencapai 18,58 persen atau 372.166 orang, dan dosis ketiga atau booster mencapai 0,43 persen atau 8.696 nakes.

Alhasil, Muhadjir menyebut bahwa capaian vaksinasi COVID-19 itu masih sangat timpang dari cakupan keseluruhan vaksinasi di Sultra yang mencapai 2.002.579 orang. Akibat dari ketimpangan ini, membuat rendahnya capaian vaksinasi di sejumlah daerah di Sultra.

"Saya lihat tadi untuk kabupaten/kota rata-rata masih di bawah 30 persen, kecuali Kota Kendari yang masih 60 persen," lanjut Muhadjir. Dengan ini, Muhadjir menegaskan bahwa masih ada ketimpangan vaksinasi COVID-19 di sejumlah daerah Indonesia.

Menurut Muhadjir, dengan adanya ketimpangan vaksinasi COVID-19 di beberapa provinsi itu, maka pelaksanaanya harus semakin dan terus dikebut. Seperti yang dilakukan di Papua saat menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX beberapa waktu lalu. Selain itu juga harus dilakukan di beberapa daerah lain, khususnya yang akan kembali membuka sektor wisata.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts