Pemkot Bandung Setop PTM di Sejumlah Sekolah Usai Ditemukan Kasus COVID-19
Instagram/cigagak152
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Menurut Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna, penghentian sementara PTM merupakan konsekuensi dari adanya 5 persen orang di sekolah, baik siswa maupun guru, yang terkonfimasi positif COVID-19.

WowKeren - Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sejumlah sekolah di Kota Bandung, Jawa Barat, terpaksa ditutup sementara karena adanya kasus COVID-19 baru. Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna, penghentian sementara PTM merupakan konsekuensi dari adanya 5 persen orang di sekolah, baik siswa maupun guru, yang terkonfimasi positif COVID-19.

"Tidak mengenal sekolah favorit atau apapun itu, COVID-19 tidak mengenal itu," tutur Ema di Bandung dikutip dari Antara, Jumat (22/10).

Meski demikian, PTM terbatas bisa dilanjutkan kembali apabila situasi telah berjalan normal. "Tapi kalau di bawah itu kan masih ada yanng bisa berjalan, kasus hanya di lokasi itu saja. Kita pakai aja pedoman itu," terangnya.

Lebih lanjut, Ema menjelaskan bahwa Pemkot Bandung langsung melakukan pelacakan usai ditemukan sejumlah kasus COVID-19 di sekolah. Pelacakan tersebut dilakukan kepada keluarga, kelompok belajar, hingga kontak erat pasien COVID-19.


"Nanti harus terpetakan bagi siswa yang tinggal di Kota Bandung atau siswa yang tinggal di luar Kota Bandung," tuturnya. "Yang utama bagi kita penanganan ini sudah terstandarisasi."

Total ada 12 sekolah di Kota Bandung yang harus menghentikan pelaksanaan PTM terbatas untuk sementara. Antara lain SMK 5, SMP Pelita, SD YAS, SD Ibnu Taimiyah, SLB Sumber Sari, SMK Buana Karya, SMAN 6, SD Leuwipanjang, SD Pabaki, SDN Panyileukan, SDN Cihampelas, dan SMP Pasundan 2 Dago.

"Para siswa di sekolah yang dihentikan sementara PTMT-nya, tetap belajar, namun beralih kembali ke pembelajaran jarak jauh," katanya.

Di sisi lain, Ahyani Raksanagara selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung mengungkapkan ada 2.179 siswa yang telah menjalani tes PCR acak. Dinkes Kota Bandung juga terus melakukan pelacakan terhadap kontak erat warga sekolah yang positif COVID-19.

"Dari jumlah tersebut, 54 siswa atau 2,54 persen (positif COVID-19)," ungkapnya dilansir Tribunnews. "Siswa dan guru yang positif COVID sudah melakukan isolasi mandiri di rumah masing masing."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts